FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Air Panas Sariater Subang Menuju Wisata Syariah



 

"Nama Syariah hanya istilah saja, bahkan di Amerika saja ini diterapkan. Teknisnya untuk kolam renang, kita siapkan kolam khusus seperti untuk khusus perempuan, khusus laki-laki dan khusus pasasangan suami-istri," papar Windiyana kepada TINTAHIJAU.com, Selasa (15/4/2014).

Sementara hotel Syariah, imbuh Windi, pihaknya tidak menyediakan minuman beralkohol. Public Relation Sariater Yuki Azuania menambahkan fasilitas semacam itu merupakan pilihan, artinya pihak Sari Ater menyediakan dua pilihan. Seperti halnya kolam renang, ada kolam umum dan khusus.

Ia menegaskan, tidak khawatir dengan penerapan semacam itu akan berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan. Ini sempat dibuktikan pada 12 tahun lalu. Pihak Sariater tidak menyediakan minuman keras, yang secara keuntungan, bisa meraup besar keuntungan. "Konsep ini sudah efektif, kita tidak takut akan berdampak pada penurunan jumlah kunjungan. 12 tahun lalu kita tidak menyediakan minuman beralkohol, dan alhamdulillah kunjungan semakin meningkat," jelasnya.

Dikatakan Yuki, dalam setahun kemarin, jumlah kunjungan wisatawan ke Sariater sekitar 3 juta. Angka itu terus mengalami peningkatan dari
tahun-tahun sebelumnya. Dari 3 juta pelancong itu, sekitar 20% berasal dari mancanegara. "20% dari luar negeri, seperti Timteng, Malaysia, China, Beijing dan negara eropa. Terbanyak dari Timteng dan Malaysia," kata Yuki.

Selain menyiapkan "fasilitas" syariah, imbuh Yuki, Sariater juga menyediakan paket paket outbound yang dilengkapi kegiatan pengajian dengan mendatangkan ustadz. Tidak itu saja, kegiatan Sholat Dhuha, kini menjadi budaya baru bagi ribuan karyawan Sariater. Saat ini, sudah puluhan item yang layak dikunjungi di area Obyek Wisata terbesar di Jabar itu. Selain tempat rekreasi, pihak Sari ater juga melengkapi dan menyempurnakan tempat penginapan, termasuk family adventure cmaping pack.



"Tentu saja kebudayaan dan seni tradisional menjadi ruh kita, di setiap sudut kita pasang tokoh wayang golek cepot, bahkan nama wisata kuliner kita ambil nama Kabayan pelayan menggunakan khas sunda. itu belum kegiatan seni yang digelar harian," jelasnya

foto: General Manager Sariater, Windiyana Putra saat wawancara

Berita Selengkapnya Klik di Sini



Berita lain terkait klik di sini



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

[OPINI] Dapatkan Anda Hidup Tanpa Layanan Google? https://t.co/uR7joflSIj
Resep dan Cara Membuat Semur Jengkol Spesial Khas Sunda https://t.co/4YWs48wEfW
Sebuah Rumah Tiba-tiba Ambruk, Tewaskan Ibu dan Anak Balitanya https://t.co/T8CW1nEPEm
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter