FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Jangan Coba-coba Naikan Tarif Parkir di Tempat Wisata, Kalau Tidak Mau Sanksi ini



 

SUBANG, TINTAHIJAU.com -  Viral video di media sosial, tarif parkir 150 ribu di kawasan wisata Farmhouse dan The Great Asia Afrika, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menuai kontra akhir pekan kemarin. Terkait hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa barat Dedi Taufik angkat bicara.


Dedi mengatakan, harga tarif parkir mahal akan memberikan kesan negatif kepada para wisatawan. Imbasnya, jumlah kunjungan wisatawan lokal mau dari luar daerah akan menurun dan berdampak pada ekonomi masyarakat.

"Jika pengalamannya negatif, maka kunjungan juga bisa berkurang. Ini harus kita antisipasi bersama, karena pariwisata ini akan merupakan salah satu sektor yang penting untuk kebangkitan ekonomi di masa pandemi COVID-19," ujar Dedi seperti dikutip dari idntimes.com, Selasa (12/10/2021). 
 
Pengenaan tarif mahal, lanjut Dedi, banyak terjadi di daerah wisata di jabar. Bahkan, ia pernah menemukan tarif mahal kendaraan 150 ribu di objek wisata yang dikelola bersama dengan warga setempat, di wilayah Jabar selatan.
 
"Ketika itu kita panggil pengelola, aparat keamanan desa, masyarakat, karang taruna. Kita tekankan kalau mau jualan di tempat wisata tidak boleh sampai mahal-mahal apalagi sampai malak. Kita berikan teguran," lanjutnya.
 
Soal video viral di media sosial, yang direkam seorang pengunjung, mengeluhkan harga parkir bus 150, Minggu (10/10/2021). Video itu diunggah sejumlah akun Instagram di antaranya @andreli48 dan @Infobandung.
 
Kanit Intel Polsek Lembang Iptu Dindin Sofian mengatakan, setelah video itu viral, polisi melakukan penelusuran dan menangkap tiga pelaku parkir liar. Saat ini, ketiganya sudah diamankan dan sedang dimintai keterangan.
 
Jadi kronologinya melihat berita dari medsos ada video dari warga bahwa ada pungli tarif kendaraan di kawasan wisaga Farmhouse. Selanjutnya dari pihak melakukan penyidikan dan (pelaku) sudah diamankan dimintai keterangan termasuk yang mengunggah video tersebut," ujar Dindin, saat dihubungi, Senin (11/10/2021). Dari hasil pemeriksaan, pelaku awalnya mempersilakan bus untuk parkir di lahan milik perorangan. Pelaku kemudian menyodorkan selembar tiket parkir dengan biaya Rp150 ribu.
 
"Alasannya (pelaku) itu uang untuk menjaga keamanan, kemudian yang menggunggah video itu keberatan. Tiket parkirnya juga bukan milik pemda," ujarnya.
 
FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Polri Buka Suara Soal Geger "Polri Diganti Satpam Bank' https://t.co/1Kgvo0iEMy
Optimalisasi Layanan, Yudikatif di Subang Luncurkan Nasi Liwet https://t.co/5SbLKGZFUa
Laku Keras, Dalam 3 Jam Donat Dapur Mami Arsen Langsung Ludes https://t.co/d6Tt01BAIS
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter