FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Inilah Strategi Dispapora Upaya Pemulihan Destinasi Wisata Subang

SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Destinasi wisata menjadi salah satu yang terdampak buruk atas pandemi Covid-19.

Kasie Pengembangan Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Subang Ida Erlinda mencatat jumlah Wisatawan yang datang ke Kabupaten Subang dalam 2020 lalu mengalami penurunan drastis hingga 99 persen.

Padahal, kata Ida, pada 2019 lalu jumlah wisatawan yang datang ke Subang sebanyak 6.3 juta. "Dampak dari Pandemi Covid-19 sangat terasa sekali untuk pengelola wisata, karena ada penurunan sampai 99%. Untuk 2020 sekarang 382,372 orang, padahal sebelumnya sekitar 6.3 juta," jelas Ida.

Untuk membangkitkan industri wisata, Disparpora menyiapkan sejumlah strategi pemulihan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Subang.

BERITA LAINNYA:
Dihajar Covid-19, Wisatawan ke Subang Rontok Hingga 99 Persen
Okupansi Hotel di Subang Rata-rata di Angka 39 persen
Sambut Ramadan, Nalendra Plaza Subang Turunkan Harga

Ida merinci langkah yang diambil adalah mengkampanyekan sadar wisata. Langkah ini sebagai sebuah konsep yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Strategi berikutnya adalah penerapan CHS atau Clean, Healty dan Safety. Ini untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi dan industri pariwisata pasca Covud-19. Dengan demikian, diharapkan mampu mendorong wisatawan untuk datang kembali

"CHS ini untuk mewujudkan destinasi dan industri pariwisata yang bersih, aman sehingga tidak menimbulkan resiko kesehatan baik bagi wisatawan, pengelola maupun kepada masyarakat," kata Ida

Penerapan standar operasional Prosedur. Ada tiga tahapan dalam SOP yang diterpakan, yakni tahap saat Covid-19, tahap pasca Covid-19 dan tahap normal. Ketiga tahapan ini disampaikan ke seluruh pengelola wisata dan industri pariwisata sebagai standar operasi.

Untuk strategi lainnya adalah dilakukan upaya pengawasan dan pembinaan. Dalam hal ini, jelas Ida, pihaknya melakukan pengawasan dengan roadshow ke destinasi wisata. Sementara pembinaan dengan melakukan penguatan SDM di masyarakat wisata

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Wisatawan dan Pengelola Destinasi Wisata Harus Sama-sama Taat Prokes https://t.co/lwR63ehSRg
Ratusan Kendaraan Dari Bandung Menuju Subang Diputar Balik https://t.co/KtdU8qC6Iz
Pemimpin Hamas Kirim Surat Ke Jokowi, Isinya Bikin Haru https://t.co/ZmaUcrNjnd
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter