FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Lakukan 4 Hal ini untuk Antisipasi Ancaman PHK Massal

Indeks Artikel



SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Kekacauan ekonomi global membuat banyak perusahaan besar hingga perusahaan rintisan (startup) di berbagai penjuru belahan dunia, termasuk Indonesia melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal sejak akhir tahun 2022 lalu. Kondisi itu tentu saja membuat was-was para pekerja.

Tak hanya PHK saja, gardening leave atau kebijakan bagi karyawan yang sedang dalam proses PHK untuk tidak bekerja namun tetap mendapatkan gaji kini tengah menjadi momok menakutkan bagi para karyawan. Pasalnya, kondisi itu marak ditemukan, meski Indonesia jauh dari resesi.

Tentu saja tidak ada orang yang mau kehilangan penghasilan dan pekerjaan di masa pemulihan ekonomi pascapandemi seperti saat ini. Namun, bila kondisi itu harus dialami, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan.

Oleh karena itu, Lifepal sebagai salah satu marketplace insurance terdepan di Tanah Air yang menyediakan lebih dari 25 brand asuransi, mengungkapkan beberapa hal yang harus dilakukan jika Anda harus mengalami PHK ataupun gardening leave. Berikut simak penjelasan lebih detail dari Benny Fajarai, Co-Founder sekaligus CMO  dari Lifepal.co.id.



Hitung jumlah aset dan pengeluaran wajib
Ketika menjadi korban PHK ataupun gardening leave, mengatur keuangan untuk bertahan hidup merupakan masalah di depan mata yang harus segera dilakukan.

Untuk itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung total aset yang dimiliki  mulai dari aset riil dalam hal ini adalah bentuk fisik, dan aset keuangan yaitu tabungan, uang pesangon, reksa dana, saham, dan lainnya. Hitung pula semua cicilan dan tanggungan per bulannya.

Jumlah itu harus ditambah dengan pengeluaran sehari-hari selama sebulan. Dengan pendataan tersebut, maka Anda bisa merencanakan keuangan, mulai dari berapa besarannya maupun berapa lama estimasi waktu keuangan bisa bertahan.

Lunasi utang-utang tersebut untuk mengurangi beban pengeluaran Anda di setiap bulannya. Bila total utang itu sangat besar dan nilainya melebihi nilai aset yang dimiliki, dan Anda keberatan mencicil utang tersebut, maka Anda bisa melakukan negosiasi dengan pihak pemberi kredit untuk meminta keringanan.   
Dana darurat aman
Pastikan Anda memiliki dana darurat di rekening yang bisa menanggung kebutuhan pokok Anda untuk enam bulan ke depan. Dengan adanya dana darurat ini, Anda tidak perlu pusing keleyengan lagi deh pas hal hal tidak terduga itu terjadi, karena sudah memiliki cadangan uang yang bisa selalu digunakan.

Meski angka ideal yang dianjurkan adalah enam kali pengeluaran bulanan, pengalokasian dana darurat antara mereka yang sudah menikah dan belum berbeda. Untuk mereka yang masih sendiri alias belum berumah tangga, disarankan memiliki dana darurat sekitar 4 hingga 12 bulan dari jumlah pengeluaran. Sementara itu, untuk Anda yang sudah menikah, memerlukan dana darurat sebesar 6 hingga 12 bulan dari pengeluaran.