FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Punya Nama yang Jorok dan Bikin Ngilu Tapi Minuman Asal Purwerejo Ini Rasanya Enak

Indeks Artikel




SUBANG, TINTAHIJAU.com - Ada minuman khas daerah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang terdengar aneh bahkan terkesan jorok, Namanya es Dawet Jembut Kecabut. Lalu seperti apa bentuk dan rasanya?

Berkunjung ke Kabupaten Purworejo belum lengkap rasanya jika belum menikmati es Dawet Jembut Kecabut. Meski namanya terkesan jorok, tapi minuman yang satu ini sayang kalau sampai dilewatkan.

Memang, minuman ini mungkin terdengar sedikit 'saru' atau 'jorok'. Dalam bahasa Jawa, jembut berarti rambut kemaluan, sedangkan kecabut artinya tercabut dari akarnya. Jika diartikan secara harfiah memang jorok bahkan bikin ngilu.

Tapi ternyata, nama itu hanya sebuah singkatan saja. Minuman khas asal Kota Berirama ini dinamai Es Dawet Jembut Kecabut lantaran lokasi warung untuk berjualan berada di sebelah timur Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh dan disingkat menjadi Jembut Kecabut. Karena namanya yang unik dan nyeleneh itu, justru membuat siapa saja penasaran untuk menikmati dawet hitam yang sangat legendaris ini.

BACA JUGA:
Lezatnya Gombyang Ikan Etong di Lampu Satu Resto Subang
Inilah Kuliner Khas Terkait Jenis Agama yang Ada di Dunia
Dengan Rp50 Ribu Bisa Mendapatkan 4 Fried Chicken dan Bonus Pizza Hanya di Lampu Satu Resto

"Ya karena lokasinya memang di sebelah timur Jembatan Butuh Kecamatan Butuh makanya namanya es Dawet Jembut Kecabut, itu singkatan," kata sang penjual, Wagiman (45) saat ditemui detikcom di warungnya, Sabtu (29/5/2021).

Dawet hitam khas Purworejo tersebut pertama kali dirintis oleh Mbah Ahmad Dansri pada sekitar tahun 1950 an yang merupakan kakek Wagiman. Awalnya, Mbah Ahmad membuat minuman unik tersebut hanya untuk dikonsumsi para petani ketika musim panen. Ia berkeliling dari sawah ke sawah untuk menjajakan minuman buatannya itu.

Setelah mbah Ahmad meninggal, minuman tersebut kemudian dilestarikan oleh anaknya yakni Nawon hingga akhirnya sampai dengan generasi ke tiga yakni Wagiman. Usaha dawet hitam atau dawet ireng yang dilanjutkan oleh Wagiman dan istrinya Hartati (35) ini pun bertambah ramai dan populer.

"Dulu pertama yang jualan memang kakek saya terus bapak saya dan sekarang saya yang meneruskan berjualan," imbuhnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bacaan Doa Memohon Kehidupan Berkah di Dunia dan Akherat https://t.co/vhc6CF2lgT
Belajar Hybrid Dimulai, Kampus STIESA Terapkan Prokes Ketat https://t.co/EDxqs9bb4l
Kejar Ketertinggalan Siswa, Guru Diminta Optimalkan Waktu dan Berinovasi https://t.co/Qr1rqjEQVY
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter