FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Dewan Syura PKB: Kita Harus Merawat Demokrasi di Masa Pagebluk

Indeks Artikel


JAKARTA, TINTAHIJAU.com - Di beberapa negara, demokrasi tengah berada di titik nadirnya. Wabah Covid-19 tanpa sadar melahirkan rezim otoriter di beberapa negara. Memang, di saat publik dirundung ketakutan, rezim berkuasa yang bersekongkol dengan parlemen, dapat mudah menancapkan kekuasaan penuh terhadap kendali negara dengan kuasa tak terbatas.

Publik tidak sadar tengah diakali oleh pemimpinnya sendiri. Apalagi pandemi ini melahirkan juga distorsi ekonomi yang membuat publik semakin kalut dan hanya fokus dengan urusan dapur. Mereka yang sadar, ujungnya melakukan protes. Sayangnya protes pun tidak berguna, aparat negara gampang membubarkannya dengan alasan melarang kerumunan.

BACA JUGA:


Sebut saja Hungaria. Pada pertengahan tahun lalu, parlemen mereka menyetujui perundangan darurat penanganan pandemi corona. Perundangan ini memberikan kekuasaan tidak terbatas dan tak terkendali kepada Perdana Menteri Viktor Orban.

Dikutip dari berbagai sumber, ancaman demokrasi juga terjadi di belahan bumi lainnya seperti di Bolivia, Amerika Latin. Pandemi memberi alasan untuk menunda pemilihan umum. Bahkan di Guinea, Afrika Barat pemungutan suara ditunda atau dengan kata lain rezim terus berkuasa sementara oposisi tidak dapat berkampanye.

Dengan alasan Covid-19, koran-koran dan majalah cetak juga dilarang beredar di Yordania, Oman, Yaman, Uni Emirat Arab, dan Iran karena dianggap dapat menyebarkan corona.

Yang paling lazim terjadi di semua negara adalah adanya pembatasan-pembatan aktivitas masyarakat. Pembatasan ini dapat memunculkan asumsi bahwa pemerintah tengah berupaya memusatkan kekuasaan.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Oknum PNS Jualan Hasil Swab PCR Palsu, Ditawarkan Hingga Rp1,5 Juta https://t.co/GYk8Wq56rG
Ahli Gizi Buka Suara Soal Air Rebusan Mie Instan https://t.co/haymzyu6uH
Walau Jadi Lawan, Ternyata Lee Mengidolakan Mohammad Ahsan https://t.co/1sfgN5xGgc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter