FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Jangan Cuma Formalitas, Dedi Mulyadi: Belajar Ketahanan Pangan dari Sosok Ibu

Indeks Artikel



PURWAKARTA, TINTAHIJAU.COM– Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi banyak belajar soal ketahanan pangan dari pola pengasuhan sang ibu. Meski hidup pas-pasan, namun sosok ibu bisa mengatur ketahanan pangan dan ekonomi keluarga hingga sembilan anaknya lulus kuliah.

Hal tersebut dipaparkan oleh Kang Dedi saat menjadi pembicara pada acara sosialisasi Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi di Gedung Yudhistira, Pemkab Purwakarta, Senin (14/11/2022).

Menurutnya di era tahun 70-an Indonesia mengalami musim paceklik. Namun di saat itu ibu Kang Dedi bisa memenej pengolahan pangan dengan memanfaatkan cadangan pangan yang ada di dalam dan luar rumah.

Cadangan pangan tersebut berupa beras di gentong, tanaman sayur dan bumbu masakan di pekarangan rumah. Sehingga meski sedang paceklik semua orang di rumah bisa makan.

“Dalam pengelolan seperti itu uang tidak begitu penting karena ibu cerdas memenej dapur. Maka ibu adalah juru kunci ketahanan pangan dan pengendali inflasi yang seutuhnya,” ujar Kang Dedi.

Di satu sisi, kini negara bersiap menghadapi tantangan global berupa ancaman inflasi. Kang Dedi merasa ragu Indonesia bisa melampaui hal tersebut karena sejak dulu negara tidak pernah berhitung pahit, tapi selalu manis.

Negara kini mengatur seluruh siklus kehidupan masyarakat seperti pengelolaan ekonomi di barat. Namun nyatanya kini banyak negara barat yang justru mengalami titik perekonomian yang rendah imbas dari perang antara Ukraina dan Rusia.

Ia mencontohkan, sejak dulu menolak gas melon masuk desa karena akan mengubah siklus kehidupan. Dulu anak-anak pedesaan terbiasa mencari kayu bakar di kebun, kini lebih banyak diam di rumah memegang hp, menonton tv dan jalan-jalan menggunakan motor.