FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Maman Imanulhaq: Tak Perlu Dibubarkan, MUI Cukup Diaudit dan Dibenahi

Indeks Artikel



SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Desakan pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) muncul usai salah satu pengurus MUI Ahmad Zain An Najah ditangkap oleh Densus 88 atas dugaan terlibat jaringan teroris.

Tagar 'Bubarkan MUI' di lini masa pun muncul setelah Densus 88 menangkap Zain An Najah yang dituding merupakan anggota Dewan Syura Jamaah Islamiyah (JI).

Seruan bubarkan MUI ini mendapat tanggapan beragam dari berbagai tokoh. Mayoritas mereka menolak bila MUI yang berdiri sejak tahun 1975 ini dibubarkan. Salah satu tokoh yang getol menolak pembubaran MUI adalah Anggota DPR RI, KH Maman Imanulhaq.

Kiai Maman yang juga Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB ini menegaskan bahwa MUI dibutuhkan oleh Indonesia. Katanya, jangan lantaran ada satu pengurusnya yang diduga teribat jaringan teroris maka MUI yang menjadi wadah ormas-ormas Islam malah dibubarkan.

"MUI sangat penting untuk bangsa Indonesia. Di dalamnya masih banyak tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, Dewan Dakwah, Al Irsyad, dan ormas-ormas lain, yang mencintai Indonesia," begitu kata Kiai Maman kepada media, Senin (22/11).

BERITA TERKAIT
Anggota Komisi Fatwa MUI Ditangkap Densus 88, Ketum PP Muhammadiyah Buka Suara
MUI Sebut Uang Kripto Bisa Jadi Halal Jika Memenuhi Syarat Ini
Media Asing Soroti Fatwa MUI yang Menyebutkan Uang Kripto Haram





Kata Kiai Maman, terorisme tidak tumbuh pada kelompok tertentu saja, namun bibit teroris bisa tumbuh di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Jadi menurutnya, publik jangan hanya melihat bahwa teroris timbul dari kelompok agama tertentu saja. Semua pemeluk agama, katanya, memiliki sisi ekstrimis dan terorismenya. Itu artinya bibit terorisme bisa keluar dari kelompok manapun. Jangan dengan gampang gebyah uyah, karena ada oknum MUI yang diduga terlibat jaringan teroris maka MUI-nya dituduh teroris semua.

Meski begitu, Pengasuh Ponpen Al Mizan Jatiwangi ini berharap momentum ini dapat dijadikan evaluasi dan pembenahan di tubuh MUI yang selama ini dinilainya eksklusif. MUI harus kembali kepada khittah-nya sebagaimana yang dilakukan oleh Buya Hamka, ketua MUI pertama, yakni untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam. Namun pada sisi lain, MUI juga punya peran untuk memberikan kritik atau saran terhadap kebijakan pemerintahan.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Di Negara Ini, Sebar Gosip di Medsos Bisa Didenda Ratusan Juta https://t.co/zr4Wa5DYFG
Pemkab Majalengka Kembali Guyur Kadeudeuh untuk Atlet Berprestasi di Peparnas XVI Papua 2021 https://t.co/nY2WzHqMWF
Daftar 5 Game VR Terbaik yang Dirilis Mulai Desember https://t.co/Hrrj9xmYNu
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter