FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kang Emil Minta RT/RW Rajin Lakukan Pengecekan Jika Ada Warganya yang Isoman - (2)

Indeks Artikel





Sebelumnya, data itu dirilis koalisi masyarakat Lapor COVID-19 dalam konferensi pers daring CISDI 'Kolapsnya Fasilitas Kesehatan dan Kematian Pasien Isolasi Mandiri', Senin (12/7/2021).

"Hampir 450 pasien isoman (di Indonesia) yang terlacak dan terlaporkan meninggal di berbagai daerah, paling banyak itu sejauh ini di Jabar sekitar 160 yang pasien isoman, lalu di Yogyakarta, Banten dan seterusnya," tutur Co-Inisiator Lapor COVID-19 Ahmad Arif.

Arif mengatakan, sejauh ini laporan dari luar Jawa pun mulai terlaporkan seperti di Kalimantan dan Sumatera Barat. Kendati begitu, laporan yang masuk tersebut belum seintens di Jawa.

BACA JUGA:
Lawan Covid-19, Mahasiswa Penyuluh Pertanian Bogor Vaksin di Subang
Update Covid-19 di Majalengka: 2.134 Orang Jalani Isolasi

"Memang laporan belum seintens di Jabar, ini indikasi bahwa penyebaran wabah ini intens di luar Jawa, perlu sebagai catatan jumlah yang terdata ini hanya fenomena gunung es yang tidak semua terberitakan," tutur Ahmad.

Arif mengatakan, dari informasi yang terlaporkan sebagian pasien isoman meninggal karena tidak terpantau dan terlambat untuk ditangani secara medis. "Lalu kami melihat pasien meninggal itu anggota keluarganya positif, itu menyulitkan pengurusan jenazah ada risiko juga," tutur Arif.

"Ada juga pasien yang tidak mau ke RS, karena takut di-covidkan, ada beberapa orang yang tinggal di daerah rural di beberapa daerah di Jatim mereka itu menyebut sakit biasa, mereka denial covid kemudian terlambat diperiksa," kata Arif melanjutkan.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bukan Hanya Kecupan Manis, Ternyata Ada 10 Fakta Unik Tentang Ciuman https://t.co/6IDiMSg2wV
Sekda Subang: PMI Garda Terdepan Urusan Kemanusiaan https://t.co/0RfqdyeJjz
Go Digital, UMKM Harus Siap Lonjakan Permintaan https://t.co/yJInVDevcG
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter