FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kemenag Beri Penjelasan Terkait Usulan Kenaikan BPIH 2023, Begini Alasannya

Indeks Artikel




SUBANG, TINTAHIJAU.com - Kementerian Agama mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2023 mencapai Rp 98.893.909,11 dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI.

Usulan BPIH tersebut terdiri dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp 69.193.734,00 atau 70 persen dan nilai manfaat (optimalisasi) Rp 29.700.175,11 atau 30 persen.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief menjelaskan BPIH 2023 yang disusun telah memperhitungkan penurunan paket layanan haji 30 persen dari Pemerintah Arab Saudi.

Menurut Hilman, paket layanan haji (Masyair) 2022 sebesar SAR5.656,87. Sedangkan tahun ini, Kemenag berhasil menegosiasi hingga menjadi SAR4.632,87, turun sekitar SAR1.024 atau 30 persen.

Paket layanan haji yang diturunkan Pemerintah Arab Saudi meliputi layanan dari 8-13 Zulhijjah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau yang biasa disebut juga dengan Armuzna atau Masyair.



BACA JUGA:
Biaya Haji Diusulkan Rp69 Juta, Kiai Maman Imanulhaq: Rasional, Tapi Layanan Haji Harus Meningkat

Ia memastikan pemerintah sudah melakukan penyesuaian harga sesuai yang ditetapkan Saudi. Meski demikian, pihaknya tetap mempertahankan kualitas layanan bagi jemaah di Masyair.

"Jadi terkait paket layanan haji di Masyair, hitungan dalam usulan BPIH pemerintah juga turun, kisarannya juga 30 persen dan itu sangat signifikan," ujar Hilman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/1/2023).

"Tahun lalu paket layanan haji (Masyair) 2022 sebesar SAR5.656,87. Alhamdulillah tahun ini selain turun, Kemenag berhasil negosiasi hingga menjadi SAR4.632,87. Turun sekitar SAR1.024 atau 30 persen," sambungnya.

Hilman menjelaskan komponen BPIH 2023 yang diusulkan pemerintah kepada DPR tidak hanya paket layanan haji. Melainkan mencakup layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi selama di Arab Saudi, baik Jeddah, Mekkah, maupun Madinah.

"Di luar Masyair, masa tinggal jamaah sekitar 30 hari, baik di Mekkah maupun Madinah. Ini kita siapkan semua layanannya," ujarnya.

baca selanjutnya di halaman berikutnya