FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pergeseran Hari Libur Maulid Nabi Dikritik dan Tuai Polemik

Indeks Artikel




SUBANG, TINTAHIJAU.com - Keputusan Kementerian Agama (Kemenag) menggeser hari libur Maulid Nabi Muhammad dari Selasa (19/10/2021) menjadi Rabu (20/10/2021) menuai polemik. Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga meniadakan cuti menjelang Natal yang sedianya jatuh pada 24 Desember 2021.

Pemerintah beralasan penggeseran ini untuk membatasi mobilitas warga demi menanggulangi penyebaran Covid-19.

Hari libur Maulid Nabi digeser ke hari Rabu karena libur Selasa dipandang menjadikan Senin sebagai “hari kejepit”, atau hari yang jatuh di antara dua libur.

Hal tersebut membuat warga berpotensi memperpanjang hari libur Sabtu-Minggu. Libur panjang dikhawatirkan akan meningkatkan mobilitas masyarakat.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyebut alasan pemerintah adalah demi menanggulangi potensi serangan Covid-19.

Ia juga menambahkan bahwa penggeseran hari libur ini tidak berarti masyarakat tidak boleh merayakan Maulid Nabi.

“Penggeseran libur ini untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tidak ada yang bisa menggaransi bahwa tidak akan ada serangan Covid-19 berikutnya,” tutur Kamaruddin dalam program “Sapa Indonesia Malam” di KOMPAS TV.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Quote "Aku selalu merasa seperti orang miskin saat aku punya banyak uang." ~Pablo Picasso~ https://t.co/MF1XMM9L6u
Wow! Nokia 6310 Hadir Kembali, Tentu Dengan Fitur yang Lebih Mumpuni https://t.co/Fc1IZAWSyL
Inilah Tips Fashion untuk Tampilan Awet Muda https://t.co/qjAfil4I9B
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter