FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Ini 5 Tahapan yang Harus Diketahui Guru Honorer Terkait Seleksi PPPK 2021



SUBANG, TINTAHIJAU.com - Ketua Panitia Seleksi Nasional Calon Aparatur Sipil Negara (Panselnas CASN) Bima Haria Wibisana menyampaikan alur tahapan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru.

Dengan mengetahui alur tahapan ini, dia berharap guru honorer tidak bingung lagi. "Ada lima tahapan dalam seleksi PPPK 2021 untuk formasi guru," kata Bima seperti dikutip dari laman JPNN.com, Sabtu (12/6).

Pertama, dimulai dengan pendaftaran dan verifikasi berkas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Para pelamar yang dibolehkan mendaftar adalah honorer K2, guru honorer di sekolah negeri, guru di sekolah swasta, dan lulusan pendidikan profesi guru (PPG).

"Semua peserta harus melakukan pendaftaran di awal," ujar Bima yang juga kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kedua, tes 1 yang dikhususkan untuk guru honorer K2 dan guru honorer di sekolah negeri. Ketentuannya tidak bisa melamar ke instansi lain.

Jika formasi tersedia dan sertifikasi pendidik (Serdik) atau kualifikasi yang bersangkutan sesuai, harus melamar di formasi tersebut.

BACA JUGA:
Ada Kebijakan Baru dari BKN Soal Pendaftaran CPNS 2021 dan PPPK
Anda Lolos CPNS 2019? Segera Unggah Dokumen di sscn.bkn.go.id
BKN Pastikan Tak Akan Turunkan Passing Grade SKD CPNS 2018


"Jika formasi tidak tersedia dan atau Serdik/kualifikasi yang bersangkutan tidak sesuai, bisa melamar di formasi lain di instansi tersebut," ucapnya.

Ketiga, bagi yang tidak lulus tes 1 bisa ikut tes 2. Ketentuannya seluruh peserta (guru honorer K2, guru honorer di sekolah negeri, guru di sekolah swasta, dan lulusan PPG) memilih kembali formasi di instansinya yang masih belum terisi sesuai Serdik atau kualifikasi yang bersangkutan.

Pada tes 2 ini, guru honorer K2, guru honorer di sekolah negeri, guru di sekolah swasta, kata Bima tidak bisa melamar di instansi lain. Peserta lulusan PPG melamar di instansi sesuai dengan domisilinya.

"Peserta yang tidak lulus tes satu dan ikut tes dua, akan diambil nilai tertinggi antara passing grade (PG) tes satu dan dua," ucap Bima.

Keempat, seluruh peserta tes 2 yang tidak lulus diberikan kesempatan ikut tes 3. Ketentuannya, peserta memilih kembali formasi yang masih belum terisi sesuai Serdik atau kualifikasi yang bersangkutan.

Bima mengatakan seluruh peserta bisa melamar di instansi lain. Untuk hasilnya diambil nilai tertinggi antara PG 1, PG 2, dan PG 3.

Kelima, pengisian formasi kosong. Setelah tes 3, formasi yang masih belum terisi lanjut Bima, bisa dilakukan optimalisasi pengisian formasi kosong.

"Pengisian formasi kosong dilakukan berdasarkan rangking penilaian sekolah yang akan ditentukan Kemendikbudristek," pungkas Bima.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.







TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Oknum PNS Jualan Hasil Swab PCR Palsu, Ditawarkan Hingga Rp1,5 Juta https://t.co/GYk8Wq56rG
Ahli Gizi Buka Suara Soal Air Rebusan Mie Instan https://t.co/haymzyu6uH
Walau Jadi Lawan, Ternyata Lee Mengidolakan Mohammad Ahsan https://t.co/1sfgN5xGgc
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter