FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi, Komisi IV Kunjungi Indramayu

Indeks Artikel



SUBANG, TINTAHIJAU.com -- Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu. Hal ini untuk memastikan ketersediaan Pupuk Bersubsidi sampai di tangan petani dan ingin mengetahui sejauh mana penggunaan Kartu Tani sekaligus mendenagr aspirasi para petani secara langsung.

Kedatangan wakil rakyat tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI Sadani, S.E., Wakil Ketua Dedy Mulyadi, S.H., Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono, S.T. bersama rombongan dan didampingi Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina serta tamu undangan lainnya yang bertempat di Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu, Jum’at (11/6/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina mengatakan, sektor pertanian menjadi unggulan di Kabupaten Indramayu dengan produksi padi setiap tahun tidak kurang dari 1,7 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dan Indramayu mendapat predikat sebagai produksi padi tertinggi tingkat nasional pada tahun 2019.

BACA JUGA:
Tim Arkeolog Temukan Situs Sejarah Peradaban Sambimaya di Indramayu
Mantap! Samsat Haurgeulis Indramayu Luncurkan Layanan Drive Thru
Pemkab Indramayu Anugerahi 21 Tokoh Seni dan Budaya

Atas capaian itu, tidak luput dari buah kerja keras para petani, pemerintah beserta pihak terkait lainnya walau masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi dan perlu kerjasama dari berbagai pihak untuk mengatasi segala permasalahan yang ada di sektor pertanian di Kabupaten Indramayu seperti pupuk bersubsidi dan kartu tani.

Selanjutnya, terkait perkembangan Kartu Tani di Kabupaten Indramayu data Bulan Juni 2021 dari jumlah petani sebanyak 140.767 NIK telah tercetak kartu tani sebanyak 132.345 kartu, adapun sudah didistribusikan sebanyak 90.911 kartu dan sisanya yang belum terdistribusikan sebanyak 41.434 kartu.

“Tentunya kita semua berharap segala target yang telah ditentukan dapat tercapai demi semakin meningkatnya produksi padi di Kabupaten Indramayu,” katanya.

Pada kesempatan sesi dialog langsung, Husen, petani asal Desa Wanasari mengungkapkan, saat ini kondisi lahan sawah miliknya kekurangan air dan memgakibatkan proses tanam padi musim gadu terlambat. Hal ini disebabkan adanya pengerjaan proyek irigasi pertanian, sehingga walau terdapat saluran irigasi peganti disebelahnya namun dari pihak pengairan seolah-olah tidak tanggap dalam pembagian air irigasi untuk mengairi lahan sawahnya.

“Artinya pada saat kita sebagai petani membuka pintu air, pihak orang pengairan malah menutup kembali, sehingga menjadi masalah bagi kita dan lahan sawah kita,” ungkapnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Alhamdulillah, Populasi Badak Jawa dan Elang Jawa Bertambah https://t.co/UbrG0rQhxo
Anji Drive Ditangkap Karena Kasus Narkoba https://t.co/LCTmNjuha1
Gawat!, Covid-19 di Jakarta Menngkat 302 Persen https://t.co/DH3YpTeYft
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter