FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Dishub Jabar Tegaskan, Pemudiak yang Langgar Aturan Bisa kena Sanksi Pidana

Indeks Artikel



SUBANG, TINTAHIJAU.com - Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Jawa Barat telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Masa Idul Fitri 1442 H/2021 menyusul kebijakan larangan mudik Lebaran 2021. Pengemudi dan pemilik angkutan massal yang nekat mengangkut pemudik diancam sanksi pidana.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Hery Antasari mengatakan, aturan perjalanan mudik dan wisata yang dikeluarkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 pusat hingga daerah sudah jelas.

"Kami dari Satgas nasional, Satgas provinsi, pak gubernur dan jajaran, pemahamannya sudah satu bahwa perjalanan antarkota, antarkabupaten, dan antarprovinsi selama periode mudik 6-17 Mei tidak diperkenankan, kecuali dalam aglomerasi kota," kata Hery di Bandung, Senin (3/5/2021).

BACA JUGA:
Belajar dari Kasus India, Wabup Subang: Mohon Bersabar untuk Tidak Mudik
Dishub Jabar Waspadai Pemalsuan Dokumen Kesehatan dan Modus Pemudik

Hery mengemukakan, dalam SE Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Masa Idul Fitri 1442 H disebutkan bahwa terdapat peniadaan mudik.

Menurut Hery, jika SE tersebut dicermati, khususnya poin f nomor 3, pelaku perjalanan pada kurun waktu larangan mudik Lebaran 2021 sudah jelas, yakni yang melakukan perjalanan dalam maupun luar negri dengan tujuan mudik dan wisata.

"Jadi sudah jelas eksplisit dan dijelaskan (dalam SE Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 dan adendum), sudah clear (jelas). Di sana dijelaskan yang dikecualikan itu yang emergency, persalinan, hamil, meninggal, sakit keras dan sejenisnya," ujar Hery.

Selain itu, pengecualian juga berlaku bagi pelaku perjalanan dalam rangka tugas, dalam rangka kedinasan ASN, Polri, pegawai swasta, pekerja informal, dan masyarakat umum dengan syarat menyertakan surat izin (print out) atasan atau kepala desa. "Syarat lainnya, menyertakan pula keterangan bebas dari Covid-19 dengan berbagai metode," tutur Kadishub Jabar.

Oleh karena itu, Hery meminta masyarakat menahan diri melakukan perjalanan mudik demi keselamatan bersama. Selain itu, warga diharapkan tidak melakukan rekayasa syarat perjalanan demi lolos dari jeratan larangan mudik.

Dia memperingatkan masyarakat Jabar agar tidak coba-coba melakukan pelanggaran pemalsuan dokumen izin perjalanan dan dokumen kesehatan. Pasalnya, akan ada delik pemalsuan pidana yang akan diproses pihak kepolisian.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Wisatawan dan Pengelola Destinasi Wisata Harus Sama-sama Taat Prokes https://t.co/lwR63ehSRg
Ratusan Kendaraan Dari Bandung Menuju Subang Diputar Balik https://t.co/KtdU8qC6Iz
Pemimpin Hamas Kirim Surat Ke Jokowi, Isinya Bikin Haru https://t.co/ZmaUcrNjnd
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter