FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Kematangan itu Memberi Makna, Memberi Cahaya

Indeks Artikel



Ada banyak kasus dimana orang terlihat pandai tapi sayangnya tidak matang. Pandai terkait otak, matang terkait emosi. Atau, jangan kita pisah, kita gabungkan saja: matang adalah gabungan dari pikiran dan emosi yang utuh.

Ada orang terkenal, langkahnya di-follow banyak orang. Tapi ketika puncak keterkenalan itu makin tinggi dan terus meninggi, ia pun tak kuasa dan akhirnya memperlihatkan tingkah ketidakmatangan. Awalnya, ia terkesan matang tapi saat ujian hidup datang lambat laun kematangannya jadi hilang.

Ada juga orang yang biasa-biasa saja, tapi seiring waktu dia berproses dan menjadi matang dalam berbagai tingkatan hidupnya. Dia cenderung hati-hati, bahwa setiap capaian ada jebakannya, dan tiap jebakan potensial untuk menjatuhkan kematangannya.

Jika ada yang bilang "saya lelaki yang matang" maka besar kemungkinan itu kebalikannya. Kematangan terasa geli jika diucapkan. Sebaliknya, kematangan itu dirasakan; orang rasa bahwa kamu matang, dan kematanganmu itu mematangkan orang lain, tanpa harus kamu cerita agar orang lain percaya.

Saya lihat, kita semua memiliki kematangan di sisi sekaligus ketidakmatangan di sisi lainnya. Hebat dalam akademik berarti berarti kamu hebat dalam berinteraksi dengan masyarakat. Pun, jika pengikutmu ratusan atau bahkan ribuan, jutaan, tidak lantas menjadikanmu expert dalam ranah-ranah akademis. Masing-masing punya jalan kematangannya, dan kamu harus tahu dimana  kematanganmu dan dimana ketidakmatanganmu.