FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: ETIKA BERMUSYAWARAH DALAM BERORGANISASI

Indeks Artikel



Saking pentingnya orang yang beriman agar selalu melakukan musyawarah (Syuro) hingga Allah SWT menurunkan beberapa ayat tentang itu, salah satunya tercantum di dalam Al-Quran Surat Ali Imron : 159.

"Maka berkat rahmat Allah lah, engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah, sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakal".

Siti Aisyah r.a. berkata bahwa tidak ada orang yang paling sering melakukan musyawarah kecuali Rasulullah saw. dalam perkara apapun yang sedang dihadapinya, baik dalam urusan perang, dakwah, kemasyarakatan, jual beli, bernegara dan lain sebagainya.

Bermusyawarah yang dicontohkan Rasulullah saw  memiliki adab dan etika yang harus dijunjung tinggi  oleh semua yang terlibat dalam musyawarah, baik sebelum bermusyawarah, selama bermusyawarah dan setelah bermusyawarah. Karena out put dari musyawarah  itu adalah; ingin mencari hasil keputusan terbaik dan keputusan tersebut berharap mendapatkan ridho Allah SWT.

Orang Arab menyebut kata Syuro (bermusyawarah) terdiri dari suku kata "Syin", "Wau" dan "Raa". Ketiga huruf itu memiliki makna: "Sesuatu yang diambil dari sarang lebah". Filosofi musyawarah yang diambil dari makna sesuatu yang diambil dari sarang lebah, memiliki pengertian bahwa musyawarah yang dilakukan harus bagaikan sesuatu yang diambil dari sarang lebah, dan tidak ada yang diambil dari sarang lebah kecuali madu manis yang akan memberikan manfaat bagi ummat manusia. Oleh karena itu musyawarah  dilakukan harus dengan  cara-cara yang baik, aman, damai, tidak muncul ketegangan dan permusuhan, tidak saling menghina dan menjatuhkan, tidak debat kusir  serta hasil musyawarah itu harus memberikan dampak manfaat yang banyak untuk ummat manusia bukan malah justru memberikan mafsadat (kerusakan) yang besar.

Surat Ali Imron : 159 di atas Allah SWT menjelaskan tentang adab dan etika bermusyawarah :

1. Bersikap lemah lembut, baik dalam ucapan maupun tindakan. Menghindari sikaf emosional dan berkata dengan nada tinggi dan kasar. Tidak boleh keras kepala dalam berpendapat, sehingga merasa gagasan nya yang paling baik dan paling benar, lalu kemudian mengenyampingkan ide dan gagasan orang lain (Ta'ashub atas pendapat nya sendiri). Selalu berpikir objektif dalam melakukan analisis dan menghindari pemikiran yang subjektif.

Selengkapnya Klik Halaman Berikutnya...



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Jual Uang Palsu di Medsos, Pasutri Asal Indramayu Ditangkap Polisi https://t.co/3AGGvsnkSY
Tipu Banyak Mama Muda di Medsos, Pria Ini Dibekuk Polisi https://t.co/80DpyNqAZB
Holywings Ditutup Pemprov Jakarta, Nikita Mirzani Buka Suara https://t.co/KjGjoysV9s
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter