FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pendidikan di Era Teknologi: Sebuah Disrupsi atau Berkolaborasi?

Indeks Artikel



Saat ini adalah era dimana teknologi sudah merambah ke dalam setiap aspek kehidupan manusia. Sekarang kita bisa melihat bagaimana hampir seluruh orang dari berbagai latar belakang sosial ekonomi di negara kita sudah menggunakan teknologi dalam kehidupan keseharian mereka. Seperti contohnya penggunaan smartphone dan internet dalam menunjang aktivitas berkomunikasi, bekerja, dan bersekolah.

Pada akhir-akhir ini penggunaan teknologi semakin masif digunakan, terutama dalam dunia pendidikan yang sejak awal kemunculan virus Covid-19, aktivitas belajar mengajar harus dilakukan secara daring dan mengharuskan setiap guru dan siswa akrab dengan teknologi untuk aktivitas belajar mengajar.

Penggunaan teknologi bagi dunia pendidikan tentunya dapat mendatangkan banyak sekalimanfaat.Namun di sisi lain, pengunaan teknologi juga mempunyai dampak negatif.Dalam pemanfaatanya, manfaat teknologi bagi dunia pendidikansudah dirasakan hampir sebagian besar individu baik siswa maupun guru,seperti misalnya kemudahan dalam mencari bahan ajar, mencari materi pelajaran, dan cepatnya berkomunikasi antara siswa dengan guru.Namun terlepas dari banyaknya manfaat teknologi dalam pendidikan, dampak negatif dari perkembangan teknologi ini juga sangatlah patut diwaspadai dan dipersiapkan oleh setiap aspek dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Kita bisa melihat akhir-akhir ini kemunculan teknologi robot yang dikembangkan dengan kecerdasan buatan atau Artificial Inteligence(AI) yang  semakin cepat berkembang dan sudah digunakan oleh beberapa perusahaan dalam menggantikan eksistensi manusia dalam pekerjaan, beberapa perusahaan menilai bahwa mempekerjakan robot jauh lebih cepat dan efisien dibanding dengan manusia. Dalam dunia pendidikan juga ternyata sudah ada robot yang digunakan dalam aktivitas mengajar siswa di sekolah, seperti contohnya robot yang ada di korea utara dan korea selatan yang disediakan oleh pemerintah negara tersebut untuk digunakan mengajar para siswa di beberapa sekolah.

Apa yang perlu diwaspadai dari fenomena tersebut? yang menjadi kekhawatiran darisetiap insan dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah isu yang mengatakan bahwa dimasa mendatang robot tersebut akan menggantikan peran guru dalam mengajar para siswa di Indonesia mengikuti contoh yang sudah ada di Korea Selatan dan KoreaUtara. Menanggapi fenomena tersebut, saya sebagai mahasiswa pendidikan menilai bahwa peran guru tidak bisa sepenuhnya atau bahkan mustahil bila digantikan dengan robot, ada beberapa alasan yang melatar belakangi alasan saya mengapa hal tersebut mustahil dilakukan.

Lalu, bagaimana cara untuk menyikapi dan menjawab tantangan perkembangan teknologi robot tersebut?  



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pasca Ghozali Everyday Viral, Platform NFT Dipakai Jualan Cilor dan Lemari https://t.co/vs6AOLqUhE
Inilah Dua Nama Kandidat yag Disebut-sebut Bakal Jadi Pelatih Persib, Siapa Saja Mereka? https://t.co/I5SVsqJivY
Viral, 6 Desa di Sumedang Dijarah Ribuan Monyet Liar https://t.co/g47SPnZfSg
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter