FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

[OPINI] Islam dan Pancasila

Indeks Artikel



Pada prinsipnya terdapat tiga arti utama dari kata ideologi, yaitu (1) ideologi sebagai kesadaran palsu; (2) ideologi dalam arti netral; dan (3) ideologi dalam arti keyakinan yang tidak ilmiah. Ideologi dalam arti yang pertama, yaitu sebagai kesadaran palsu biasanya dipergunakan oleh kalangan filosof dan ilmuwan sosial. Ideologi adalah teori-teori yang tidak berorientasi pada kebenaran, melainkan pada kepentingan pihak yang mempropagandakannya. Ideologi juga dilihat sebagai sarana kelas atau kelompok sosial tertentu yang berkuasa untuk melegitimasikan kekuasaannya.

Arti kedua adalah ideologi dalam arti netral. Dalam hal ini ideologi adalah keseluruhan sistem berpikir, nilai-nilai, dan sikap dasar suatu kelompok sosial atau kebudayaan tertentu. Arti kedua ini terutama ditemukan dalam negara-negara yang menganggap penting adanya suatu “ideologi negara”. Disebut dalam arti netral karena baik buruknya tergantung kepada isi ideologi tersebut.

Arti ketiga, ideologi sebagai keyakinan yang tidak ilmiah, biasanya digunakan dalam filsafat dan ilmu-ilmu sosial yang positivistik. Segala pemikiran yang tidak dapat dibuktikan secara logis-matematis atau empiris adalah suatu ideologi. Segala masalah etis dan moral, asumsi-asumsi normatif, dan pemikiran-pemikiran metafisis termasuk dalam wilayah ideologi.

Islam sebagai agama yang pastinya akan menjadi sebuah ajaran yang akan dianut dan akan dibela dikemudian hari. Pancasila yang pula bersifat ideologis yang pastinya akan dianut dan diimplementasikan pada kehidupan bernegara. Dari keduanya islam dan panacasila kemudian bagaimana caranya agar dapat saling beriringan untuk menjalankan kehidupan bernegara tanpa adanya ketimpangan yang nantinya kan menimbulkan konflik.

Peletakan Sila pertama Pancasila dengan Ketuha-nan yang Maha Esa sebagai landasan ideologi negara merupakan kemenangan para ideolog muslim Indonesia. Nilai Pancasila telah mengadopsi ideologi utama Islam yaitu Tauhid.
 
Sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab, bangsa Indonesia dengan konsep penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas nilai kemanusiaan menolak penjajahan, sifat perilaku destrukstif baik atas nama agama maupun atas dasar kesukuan. Manusia diciptakan sederajat, dan manusia terbaik adalah manusia yang bertaqwa kepadaNya. Sifat penghargaan Islam yang tertuang dalam ideologi Pancasila sila kedua ini juga menghargai sebuah nilai persaudaraan dan perdamaian antar manusia.

Persaudaraan dan perdamaian tersebut tertuang dalam Sila Ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia mengandung makna sebuah persatuan berbagai ragam bahasa, budaya, suku, dan beragam kehidupan manusia Indonesia. Inilah semangat nasionalisme Indonesia yang beragam.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pasca Ghozali Everyday Viral, Platform NFT Dipakai Jualan Cilor dan Lemari https://t.co/vs6AOLqUhE
Inilah Dua Nama Kandidat yag Disebut-sebut Bakal Jadi Pelatih Persib, Siapa Saja Mereka? https://t.co/I5SVsqJivY
Viral, 6 Desa di Sumedang Dijarah Ribuan Monyet Liar https://t.co/g47SPnZfSg
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter