FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

[OPINI] Memahami Kebutuhan Afeksi Anak




SUBANG, TINTAHIJAU.com - Baik atau tidaknya proses tumbuh kembang anak bukan hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan sandang dan pangan saja. Lebih dari itu, kasih sayang serta perhatian dari kedua orangtua menjadi faktor yang sangat penting dalam mendukung perkembangan psikis anak.

Berbagai penelitian menunjukkan, anak yang mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup dari kedua orangtuanya cenderung memiliki karakter serta mengalami perkembangan mental yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan kasih sayang sebagaimana mestinya. Rasa kasih sayang atau cinta yang datang dari luar inilah yang kita kenal dengan istilah afeksi (affection).

Dalam implementasinya, kebutuhan afeksi tersebut tercermin dari keinginan anak untuk dipahami oleh kedua orangtuanya. Orangtua perlu menjadi pendengar yang baik bagi anak – anak mereka.

Mencoba memahami setiap keinginan ataupun permasalahan yang dialami oleh anak akan membantu orangtua dalam membangun hubungan emosional yang baik diantara keduanya. Dengan begitu, pola didik atau pola asuh yang diterapkan di lingkungan keluarga pun sesuai dengan kondisi anak. Banyaknya konflik yang terjadi di lingkungan keluarga antara lain disebabkan oleh ketidakmampuan orangtua dalam memahami kondisi anak.

Kebutuhan afeksi juga berkaitan dengan kebutuhan akan rasa aman. Terpenuhinya kebutuhan papan, sandang dan pangan memang sangat penting bagi keberlangsungan hidup anak. Akan tetapi, orangtua juga perlu memastikan anaknya terlindung dari berbagai potensi ancaman, gangguan serta intimidasi dari orang – orang yang ada di sekitarnya.

Kekerasan fisik, psikis serta seksual sering kali menjadi ancaman bagi anak dan berpotensi mengganggu proses tumbuh kembang anak. Dalam hal ini, kemampuan orangtua dalam memberikan perlindungan secara utuh pada anak akan sangat menentukan masa depan anak itu sendiri.

Hal lain yang juga perlu menjadi perhatian orangtua adalah kebutuhan anak untuk senantiasa dihargai. Dalam hal pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan seluruh anggota keluarga, ada baiknya apabila orangtua mengajak anggota keluarga untuk berdiskusi. Hal tersebut penting untuk dilakukan agar anak merasa dihargai pendapat serta kehadirannya. Sebagai contoh, saat orangtua hendak mengganti warna cat kamar anak, ada baiknya apabila orangtua meminta pendapat anak terlebih dahulu tentang warna yang mereka sukai.

Demikian halnya Ketika orangtua hendak mendaftarkan anaknya ke sekolah lanjutan. Saat orangtua memilih sekolah asrama bagi anaknya, ada baiknya anak diajak diskusi terlebih dahulu terkait kesiapannya. Dengan demikian, anak akan dihargai keberadaannya di tengah keluarga. Anak tidak akan merasa dibuang oleh orangtua Ketika pada akhirnya anak harus belajar di sekolah asrama.

Afeksi juga berkaitan dengan kebutuhan anak untuk dipandang bernilai di mata orangtuanya. Artinya, perilaku atau tindakan yang dilakukan orangtua harus menunjukkan bahwa anak memang sangat bernilai bagi mereka. Orangtua juga perlu menunjukkan sikap bahwa mereka tidak mau kehilangan anaknya.

Adapun saat anak jauh dari orangtua untuk sementara waktu (untuk kepentingan belajar), maka hal tersebut dilakukan untuk kebaikan anak, bukan atas dasar ambisi orangtua. Dalam hal ini, lagi – lagi komunikasi menjadi faktor yang sangat menentukan kualitas hubungan antara orangtua dan anak.

Pada kenyataannya, belum semua orangtua menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan afeksi anak tersebut. Sebagian orangtua masih menganggap kebutuhan materi anak sebagai hal yang terpenting. Padahal, terpenuhinya kebutuhan afeksi anak akan sangat menentukan proses tumbuh kembang anak. Tak hanya itu, anak yang terpenuhi kebutuhan afeksinya dengan baik cenderung memiliki rasa empati yang tinggi sehingga mendukung kesuksesannya di masa depan.

Mengingat pentingnya pemenuhan kebutuhan afeksi anak, sudah saatnya orangtua menginvestasikan waktu, tenaga serta pikirannya demi masa depan anak.

Orangtua harus mampu mengelola waktu yang dimilikinya untuk karir serta keluarga. Tidak hanya itu, senantiasa menambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana cara mendidik anak di lingkungan keluarga juga perlu dilakukan oleh para orangtua. Saat ini cukup banyak sarana yang bisa dimanfaatkan.

Berbagai seminar parenting dengan menghadirkan nara sumber yang kompeten di bidangnya dapat kita temukan dengan mudah. Seminar tersebut dapat diikuti secara daring sehingga tidak mengganggu aktivitas utama. Orangtua juga dapat berkonsultasi dengan psikolog apabila menghadapi kendala dalam proses pengasuhan anak.

Oleh : Ramdan Hamdani, Praktisi Pendidikan

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pasca Ghozali Everyday Viral, Platform NFT Dipakai Jualan Cilor dan Lemari https://t.co/vs6AOLqUhE
Inilah Dua Nama Kandidat yag Disebut-sebut Bakal Jadi Pelatih Persib, Siapa Saja Mereka? https://t.co/I5SVsqJivY
Viral, 6 Desa di Sumedang Dijarah Ribuan Monyet Liar https://t.co/g47SPnZfSg
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter