FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Keterampilan Abad Ke-21: Literasi, Kompetensi dan Karakter

Indeks Artikel



Kita masih hidup di masa pandemi. Per Juni 2021, terlihat beberapa hal: jumlah kasus meningkat, belum semua orang divaksin, dan kemunculan virus baru yang bikin waswas.

Tapi, dalam kondisi apapun itu, keterampilan hidup harus terus kita tingkatkan, at least dalam tiga hal di atas: literasi, kompetensi, dan karakter.

Ada 6 literasi dasar yang perlu kita kuasai, yakni baca dan tulis, numerasi, sains, digital, finansial, dan budaya dan kewargaan. Keenam hal ini berkelindan dalam aktivitas kita sehari-hari. Start-nya dari baca-tulis yang berdampak pada komponen literasi lainnya.

Pandemi ini berdampak pada siswa (dan mahasiswa) kita. Dr. Sofie Dewayani mencatat dampak tersebut sebagai berikut: tidak tercapainya tujuan pembelajaran, penurunan kompetensi siswa, ketimpangan pengetahuan yang semakin lebar, perkembangan emosi dan Kesehatan psikologis siswa terganggu, rentan terjadinya putus sekolah, dan terpengaruhinya masa depan siswa dan kecakapan hidupnya.




Di masa kayak sekarang, kita memang terkekang oleh pandemi. Dalam pendidikan, mau tatap muka salah, tidak juga khawatir literacy loss dan learning loss. Lepas dari itu, kita tetap harus punya semangat ini: belajar untuk masa depan, belajar untuk kesejahteraan, belajar untuk kebahagiaan, dan belajar untuk bermakna bagi orang lain. Makin bermakna, makin baik kita jadi manusia.

Selain itu, juga kita perlu kompetensi, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Di tengah overload informasi, kita butuh selektif dalam mengambil konten, agar tidak terjebak dalam kesalahan berpikir/mengambil keputusan. Makin kompeten makin bagus. Bisa dikatakan, apa yang diproduksi seseorang sangat bergantung dari sejauh mana kompetensi dirinya.

Kita juga butuh penguatan karakter dalam hal nasionalisme, integritas, mandiri, gotong-royong, dan religius. Kita hidup di negara-bangsa, di situ kita terikat. Maka, menjadi warga yang baik adalah bagian penting dari upaya menjadi manusia yang baik. Keduanya--'warga baik' dan 'manusia baik'--saling beri pengaruh, ada umpan baliknya.

Selain itu, ada juga yang menambahkan skill di masa pandemi yang harus kita miliki, yakni: empati, learnability, solidarity, adaptability atau mampu adaptif, dan compassion atau kasih sayang. Semuanya terkait dengan emosi dan kognisi. Kemampuan belajar atau learnability itu penting sekali kita punyai bahwa di manapun dan situasi apapun tetap kita belajar, tumbuh dan terus berkembang. *

Depok, 24 Juni 2021  

Yanuardi Syukur, Penulis adalah Presiden Rumah produktif Indonesia

*Ringkasan dari salah satu slide saya pada diskusi 'Tantangan Pendidikan di Era Pandemi', SIT Mutiara Islam x Perpustakaan Umum Kota Depok, 24 Juni 2021.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bukan Hanya Kecupan Manis, Ternyata Ada 10 Fakta Unik Tentang Ciuman https://t.co/6IDiMSg2wV
Sekda Subang: PMI Garda Terdepan Urusan Kemanusiaan https://t.co/0RfqdyeJjz
Go Digital, UMKM Harus Siap Lonjakan Permintaan https://t.co/yJInVDevcG
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter