FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Bangku Kosong

Bangku Kosong. Adalah sebuah film horror yang dirilis pada tahun 2006, waktu dimana penulis masih menyandang status sebagai mahasiswa. Secara ringkas, film yang dibintangi oleh Adithya Putri tersebut mengisahkan tentang sebuah bangku di dalam kelas yang sengaja dikosongkan selama bertahun – tahun.

Tak ada seorang pun yang berani duduk ataupun memindahkan bangku tersebut karena terjadinya berbagai peristiwa mengerikan yang bisa menimpa siapa saja yang mencoba mengutak – ngatik bangku tersebut. Hingga akhirnya datang seorang guru pindahan dari sekolah lain yang ingin merubah “tradisi” yang dipertahankan oleh pihak sekolah.

Merasa tidak nyaman melihat ada sebuah bangku kosong di hadapannya, guru baru itu pun menyuruh salah seorang siswa yang duduk di belakang untuk pindah ke depan dan mengisi bangku kosong tersebut. Pada awalnya, siswa tersebut menolak karena tahu peristiwa yang akan dialaminya. Namun, karena sang guru bersikeras memaksanya akhirnya ia pun duduk di bangku terlarang itu.

Tak lama berselang, peristiwa aneh pun terjadi. Alih – alih bersiap menerima materi dari gurunya, beberapa siswa mengalami kesurupan sehingga kelas pun menjadi gaduh. Kabar ini pun sampai ke telinga kepala sekolah sehingga sang guru  mendapatkan teguran keras. Tak hanya itu, rekan – rekan kerjanya pun turut memarahinya karena tidak mau mendengarkan nasihat mereka.

Akan tetapi, sosok guru yang diperankan oleh Cathy Sharon tersebut rupanya tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Ia menganggap berbagai peristiwa yang terjadi di kelasnya itu bukanlah kejadian luar biasa sehingga tidak perlu dibesar – besarkan. Alhasil, hari demi hari yang ia lewati pun diselimuti oleh kejadian – kejadian aneh dan di luar akal sehat. Ia mulai melihat penampakan seorang gadis yag tidak ia kenal sejak bangku tersebut dipindahkan. Tak hanya itu, tiga orang siswa yang ia ajar ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan. Semua peristiwa mengerikan tersebut terjadi setelah sejak kedatangannya.

Hari ini, di seluruh penjuru tanah air kita menyaksikan jutaan bangku yang dibiarkan kosong oleh penghuninya. Beredarnya narasi yang dibangun oleh pemerintah bahwa jika bangku – bangku tersebut diisi oleh pemiliknya akan terjadi peristiwa yang sangat mengerikan menjadi penyebab bangku – bangku tersebut dibiarkan kosong hingga rapuh. Sayangnya, pemerintah “lupa” akan berbagai kejadian yang tak kalah mengerikannya apabila bangku – bangku tersebut dibiarkan kosong untuk waktu yang (lebih) lama.

Hari ini kita menyaksikan dengan mata kepala sendiri jutaan anak Indonesia terancam kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pembelajaran daring yang diharapkan mampu memberikan solusi (terbaik) nyatanya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sebaliknya, berbagai kendala dihadapi oleh para guru serta orangtua dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran di masa pandemi itu.

Akibatnya, transfer ilmu pengetahuan serta penanaman nilai – nilai karakter tidak dapat dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan. Alih – alih menjadi generasi unggul berkarakter, anak – anak kita tumbuh menjadi generasi pecandu game online serta penggemar berbagai tayangan  yang tidak senonoh.

Sebagian anak bahkan mulai menempuh jalan yang tidak halal untuk bisa tetap bermain game online. Ketidakmampuan pemerintah dalam memfilter berbagai konten yang berbahaya bagi perkembangan mental anak kian menambah berat beban para orangtua. Tidak hanya itu, penggunaan gadget yang hampir tidak terkendali juga menjadi ancaman serius bagi para penggunanya. Berbagai potensi gangguan kesehatan kini tengah mengintai anak – anak yang menjadikan gadget sebagai teman setianya itu.

Peristiwa mengerikan lainnya yang diakibatkan oleh “Bangku Kosong” adalah meningkatnya jumlah perokok aktif di kalangan pelajar. Survey yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan baru – baru ini menyebutkan, perokok aktif anak usia 15 sampai 24 tahun mencapai 35%. Jumlah tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah perokok aktif pada rentang usia 25-34 tahun yang hanya mencapai 24%. Temuan lainnya yang tak kalah mencengangkan adalah meningkatnya jumlah perokok sebagai akibat dari mudahnya akses untuk mendapatkannya.

Wakil Ketua DPP Diklitbang PP Muhammadiyah, Edy Suandi Hamid menyebutkan, terjadi kenaikan jumlah perokok aktif sekitar 240 persen pada rentang usia 10-14 tahun dan 140 persen pada rentang usia 15-19 tahun. Hal ini tentunya membuat perjuangan Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju pun kian berat.

Dampak mengerikan “Bangku Kosong” tidak berhenti sampai disitu. Jutaan orang kehilangan mata pencahariannya akibat ketidakhadiran anak – anak di sekolah. Mulai dari pedagang di kantin sekolah, sopir angkot dan jemputan, sampai dengan pedagang keliling merasakan langsung dampak yang ditimbulkannya. Mereka tidak memiliki banyak pilihan untuk dapat menyambung hidupnya. Sebagian dari mereka bahkan tak sedikit yang menjadi korban pinjaman online ataupun bank keliling dengan bunga yang sangat tinggi. Maraknya kasus – kasus pekerja di bawah anak serta prostitusi di kalangan pelajar dan mahasiswa pun menjadi masalah serius di samping meningkatnya kasus – kasus kejahatan karena faktor ekonomi.

Untuk mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak, mengisi kembali bangku – bangku kosong yang telah lama ditinggalkan oleh pemiliknya adalah pilihan terbaik. Sekolah sudah saatnya kembali beraktivitas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Aktivitas belajar di lingkungan sekolah tidak semestinya terhenti sama sekali. Sebaliknya, melakukan penyesuaian di berbagai sisi (seperti mengatur jadwal dan jumlah siswa) serta melahirkan inovasi – inovasi terbaru, itulah yang harus dilakukan oleh pihak sekolah. Adapun pemerintah pusat dan daerah hendaknya bahu – membahu dalam memprioritaskan bidang pendidikan sebagai ujung tombak kebangkitan bangsa serta pemulihan ekonomi nasional.

Ramdan Hamdani, Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial




FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Alhamdulillah, Populasi Badak Jawa dan Elang Jawa Bertambah https://t.co/UbrG0rQhxo
Anji Drive Ditangkap Karena Kasus Narkoba https://t.co/LCTmNjuha1
Gawat!, Covid-19 di Jakarta Menngkat 302 Persen https://t.co/DH3YpTeYft
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter