FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Sekali Lagi Soal Penceramah 'Radikal'

Indeks Artikel

Polemik pembatalan kajian Ramadhan di PT. Pelni menarik banyak pihak. Saya ingin melihatnya dalam beberapa sudut sebagai bentuk kontribusi untuk mencari titik temu demi hadirnya suasana kebangsaan yang hangat, dialogis, saling percaya, dan berorientasi hidup bersama dalam kerangka bhinneka tunggal ika.  

Pertama, apa alasan mendasar dibatalkannya acara tsb? Jika alasannya karena soal administrasi--tidak ada izin/koordinasi dari pegawai dgn direksi--berarti ke depannya Badan Kerohanian Islam (Bakis) PT. Pelni tetap dapat mengundang para penceramah tsb dgn terlebih dahulu mendiskusikan atau meminta izin dari direksi.

Polemik yg beredar, termasuk dari pernyataan komisaris independen Pelni, ini terkait dgn pegawai (internal), bukan soal penceramah. Jika bukan karena penceramah, berarti tidak masalah jika ke depannya Pelni juga mengadakan acara dgn mengundang para penceramah tsb.

Sebagai pecinta Pelni, sejak kecil sampai dewasa saya senang naik Pelni, dan dakwah di kapal Pelni juga banyak diisi oleh para asatidz yg sangat beragam. Walaupun ada penceramah rutin, tapi jemaah kapal juga antusias untuk menyampaikan ceramahnya, bahkan ada yg membuat semacam lingkaran kecil untuk diskusi berbagai topik menarik. Di bulan Ramadhan, terutama, di kapal Pelni terus nikmat jika mengikuti kajian yang beragam tsb. Itu suasana di kapal.

Adapun yang menjadi polemik saat ini adalah kajian di udara, atau di "kapal maya", yakni zoom, via online dgn tema "Ramadhan memperkuat dan memperteguh iman." Saat ini tidak bisa dimungkiri bahwa para penceramah yang ingin dihadirkan Bakis Pelni adalah penceramah kondang yg diminati cukup banyak netizen.

Youtube Ust Firanda Andirja dgn subscriber 428ribu telah posting 1422 video dgn tema akidah, bahasa Arab, fikih, pernikahan, tafsir, kiat hidup, serta tanya-jawab. Dalam diskursus dakwah Islam kontemporer, nama Firanda--yang ditakdirkan tidak berjenggot lebat sebagaimana penceramah lainnya--terlibat dalam debat dgn beberapa penceramah lainnya. Firanda lahir di Surabaya (1977), alumni Universitas Islam Madinah, narasumber Radio Rodja, dan pakar studi terkait Ibnu Taimiyyah. Selain itu, Firanda juga narasumber di Masjid Nabawi sejak 2012, dan terlibat polemik dgn berbagai tokoh. Dalam tradisi Islam, polemik dan kritik merupakan hal yg biasa, bahkan dapat memperkaya pengetahuan, bahkan dpt menjadi salah satu untuk mencari kebenaran. Misalnya, yg masyhur kritikan Imam Al-Ghazali terhadap terhadap Ibnu Sina dan Al-Farabi dalam masalah teologi dalam kitabnya "Tahafut Al-Falasifah" yg kemudian dibalas Ibnu Rusyd dgn kitab "Tahafut At-Tahafut." Perdebatan intelektual seperti ini patut untuk dibudayakan dalam konteks para sarjana muslim, agar tidak sekedar berhenti dlm bentuk ceramah-ceramah pendek.  

Ust Syafiq Riza Basalamah punya subscriber lebih banyak, 943ribu dgn 2769 video dgn ceramah yg hampir sama, terkait akidah, fikih, dan tanya jawab. Salah satu alasan mengapa netizen kontemporer senang dgn beliau--dan beberapa penceramah lainnya--adalah karena ia menguasai bahasa Arab dgn baik, berpendidikan dari kampus Islam seperti LIPIA dan Universitas Islam Madinah. Ust Syafiq (lahir asli di tanah Jawa, Jember 1977) juga penulis buku prolifik beberapa topik seperti tokoh Al-Irsyad Syekh Ahmad Surkati, dan topik lainnya seperti "Andai Aku Tidak Menikah Dengannya", "Rumahku Masih Ngontrak", "Mimpi Bertemu Nabi", "Bersama Keluarga Masuk Surga", dan "Berbekal Setengah Isi Setengah Kosong."

Ust Cholil Nafis dgn subscriber 2,95ribu telah posting 249 video dari berbagai rekaman di stasiun TV dgn topik secara umum tentang Islam dan kebangsaan. Beliau juga tidak hanya dikenal sebagai Ketua MUI Bidang Dakwah, tapi juga membangun Pesantren Cendekia Amanah di Depok yg salah satu bisnisnya adalah tanaman hidroponik yg sangat menarik dan prospektif. Kiai Cholil adalah ulama muda NU dgn segmen umat yg cukup banyak. Selain dikenal humoris, ia juga pandai menyampaikan Islam dgn cara-cara yg mudah bagi publik. Ahli ekonomi syariah, alumni LIPIA, dan PhD-nya di Universiti Malaya, Kuala Lumpur.

Sementara itu, Ust Rizal Yuliar Putrananda dgn subscriber 2,98ribu telah posting 93 video dgn tema seperti kajian kitab, melawan kemalasan, optimis, adab, dan tema-tema terkait kepribadian muslim. Namanya memang tidak begitu populer ketimbang Ust Syafiq atau Ust Firanda, akan tetapi ia mulai mendapat tempat di netizen. Metode ceramahnya juga tidak lepas dari tanya-jawab sebagaimana yg umum saat ini. Metode ini dulu dipraktikkan oleh banyak ulama Indonesia, salah satunya Tuan A. Hassan (w. 1958), ulama keturunan Indonesia-India, kawan debat Bung Karno (mereka ketemu pertama saat cetak surat kabar/buku di Bandung) dalam bukunya "Soal-Jawab". Murid Tuan Hassan sangat banyak, beberapa di antaranya adalah Mohammad Natsir, KH. M. Isa Anshori, KH. E. Abdurrahman, dan KH. Rusyad Nurdin.  

TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Wisatawan dan Pengelola Destinasi Wisata Harus Sama-sama Taat Prokes https://t.co/lwR63ehSRg
Ratusan Kendaraan Dari Bandung Menuju Subang Diputar Balik https://t.co/KtdU8qC6Iz
Pemimpin Hamas Kirim Surat Ke Jokowi, Isinya Bikin Haru https://t.co/ZmaUcrNjnd
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter