FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Ketika Virus Corona Tidak Pandang Bulu

Indeks Artikel





Covid 19 itu bukan masalah kita percaya ada atau tidak, karena yang percaya maupun yang tidak percaya adanya virus ini banyak yang terpapar, baik tokoh nasional maupun tokoh dunia, baik yang tidak percaya dengan nada candaan seperti ungkapan “ Indonesia tidak akan dimasuki corono karena rakyatnya suka makan nasi kucing!” maupun yang serius dan bersikukuh bahwa corona ini adalah rekaya dan konspirasi.

Covid 19 itu bukan masalah, ulama atau awam, kyai atau santri, dosen atau mahasiswa, sholeh atau fasik, karena banyak ulama , ustadz, kyai yang terkonfirmasi positif, bahkan sebuah ormas Islam menyebutkan 333 ulamanya wafat terpapar virus ini, demikian juga ulama kondang beberapa terpapar diantaranya AA Gym, Ustadz Salim Fillah, Syaikh Ali Jaber, Ustadz Yusuf Mansur dan beberapa tokoh lain. Adapun orang awam sudah sangat banyak kasusunya.

Covid 19 itu bukan masalah usia, bukan orang tua yang udzur saja yang banyak terpapar covid 19 ini karena memiliki penyakit penyerta yang sudah dideritanya selama bertahun tahun, pemuda, remaja, anak-anak, balita bahkan bayipun banyak yang terpapar dan terkonfirmasi positif.

Covid 19 itu bukan masalah kita tinggal di mana, perkotaan, pinggiran, pedesaan atau pegunungan, semua sudah terpapar, kecuali yang tinggal di pedalaman seperti masyarakat Baduy yang sampai saat ini nihil kasus. Di perkotaan sagat banyak kasus diantaranya karena padatnya penduduk, adapun masyarakat pedesaan banyak terpapar diantara penyebabnya karena perasaaan ‘ewuh pakewuh”misalnya tentang salaman, tidak enak hati rasanya kalau tidak salaman menjadi salah satu media paling banyak menjadi penyebab cepat tersebarnya virus ini.

Covid 19 itu bukan masalah pejabat atau rakyat, beberapa pejabat di negeri ini dari mulai Menteri, Gubernur, Walikota/Bupati banyak yang terpapar, ada yang sehat kembali namun tidak sedikit yang meninggal, ada yang secara tegar mengumumkan kepada public, tapi ada juga yang menyembunyikannya dari public, sementara rakyat yang terpapar jangan tanya lagi berapa jumlahnya, tanggal 26 Januari 2021, warga Negara ini yang terpapar covid 19 sudah melawati satu juta kasus dan kasus terbanyak adalah rakyat biasa.

Covid 19 yang merupakan wabah ini ,terpapar olehnya bukan sebuah aib apalagi kutukan, salah satu sahabat Nabi Muhammad  SAW, yang sangat alim, yang ditugasi berdakwahke Yaman, seorang sahabat yang dizinkan untuk berijtihad, setelah dilakukan “fit and propertest” oleh Nabi SAW, tentang dasar jawaban apa yang akan di pakai ketika di tanya oleh masyarakat, di mana beliau menjawab pertama adalah al Qur’an dan kedua adalah as Sunah, dan bila tidak dijelaskan secara rinci pada keduanya maka beliau kan berijtihad, sahabat yang mulia itu adalah Muadz bin Jabal, wafat karena wabah yang terjadi diwilayahnya, tentunya bukan covid 19 tapi sama-sama wabah.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandu… https://t.co/fOaKBEol7R
Pemerintah Tetapkan Harga Minyak Goreng Rp 14 Ribu per Liter Mulai 19 Januari 2022 https://t.co/FrjtNsO3Fv
5 Resolusi Gamers di Tahun 2022 Agar Tetap Produktif https://t.co/0InDUblW4R
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter