FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

OPINI: Memilih Cara dan Kematian Terlezat

Indeks Artikel



Saat ini adalah saat dimana berita kematian begitu sering terdengar, baik melalu media televise untuk berita kematian para pesohor dan orang-orang terkenal seperti tokoh politik, ulama, artis, selebriti dan lain-lain, penggunaan media social seperi whatshap untuk berita dukakeluarga, teman sekolah, teman kuliah dan teman kerja, dan pengeras suara di masjid tempat tinggal kitadi gunakan untuk berita kematian keluarga dan tetangga satu RT, RW sampai satu kelurahan.

Berita tentang kematian itu semakin hari jarak ‘radius’nya semakin mendekat, bila beritanya dari media televise atau media lain baik yang online maupun yang offline maka berisi para pesohor, yang kita hanya perhatikan sekilas, kecuali pesohor itu idola kita, maka ada sedikit rasa kehilangan, dan akan kita baca apa penyebab meninggalnya, kemudian dalam kondisi apa iameninggal dan berita lainnya yang berkaitan dengan sang pesohor dan kita turut mengucapkan belasungkawa dan doa di kolom komentar yang disediakan berita online.



OPINI LAINNYA:
OPINI: Merekontruksi Paradigma Santri di Tengah Digitalisasi
OPINI: Bencana dan Kutukan Sumber Daya Alam
OPINI: Dilema Antara Aspirasi dan Konsekwensi Daerah Otonomi Baru


Apabila berita kematian itu diinfokan di medsos semacam Grup Whatssap atau lewat pengeras suara di Masjid dekat rumah kita, maka mayoritas para almarhum/ah adalah orang yang kita kenal secara pribadi dan punya hubungan kekeluargaan atau pertemanan, ketika almarhaum/ah jarak tempat tinggalnya jauh dari kita maka ucapan belasungkawa via medsos adalah yang paling sering kita lakukan selain kiriman karangan bunga, dan bila almarhum/ah dekat denga rumah kita makakita segera hadir, bila ia keluarga dekat maka kita akan membantu secara maksimal seperti memandikan dan mengkapani dan bila tetangga biasa kita akan dating takziah setidaknya menyolati jenazahnya.



Di awal tahun 2021 ini bencana dating bertubi-tubi dimulai dari jatuhnya pesawat, lalu banjir bandang, rob air laut, longsor, gempa, gunung meletus, tanah bergerak yang menimbulkandukamendalam, bagiparakorbandankeluargakorban, banyak yang kehilangan harta dan tidak sedikit yang meninggal. Sementara covid 19 belum jugah ilang, kemarin (26 Januari 2021) Satgas Covid 19 Pusat menyampaikan bahwa warga yang terkonfirmasi tembus 1 juta, sementara sebuah ormas Islam menyebut 333 ulamanya wafat akibat virus ini.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandu… https://t.co/fOaKBEol7R
Pemerintah Tetapkan Harga Minyak Goreng Rp 14 Ribu per Liter Mulai 19 Januari 2022 https://t.co/FrjtNsO3Fv
5 Resolusi Gamers di Tahun 2022 Agar Tetap Produktif https://t.co/0InDUblW4R
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter