FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

[OPINI] Memahami Hari Buruh dalam Persfektif Islam



Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei berasal dari gerakan para buruh sekitar akhir tahun 1800 yang berjuang melawan masa depan para pekerja yang suram. Diberlakukan hari libur ini suatu penghargaan yang diberikan pemerintah sebagai apresiasi terhadap pekerja yang bekerja keras untuk membangun kekuatan ekonomi demi kemakmuran negara.

Meskipun kondisi para pekerja saat ini lebih baik dari zaman dulu,namun permasalahan ketenagakerjaan dimanapun selalu saja menemui permasalahan baru seperti banyaknya gajih buruh dibawah standar UMK, adanya kesenjangan pendapatan antar pekerja pria dan perempuan, terlebih lagi di era indrustri 4.0 ini banyak pekerja yang sejati dikerjakan oleh manusia digantikan oleh mesin karena perusahaan menganggap lebih efisien dan ekonomis bila menggunakan tenaga mesin dibandingkan dengan tenaga manusia, hal ini mengakibatkan banyaknya Pemutusan Hak Kerja (PHK) dimana-mana sehingga menimbulkan problem baru yaitu penganguran dari segi kuantitasnya semakin banyak. Maka dari itu perlunya ada solusi dari beberapa pihak yang tidak menguntungkan dan merugikan satu pihak, harus adanya duduk bersama antara pekerja, pengusaha dan juga pemerintah untuk bersama-sama mencari jalan keluarnya.

Duduk bersama dalam mencari solusi permasalahan antar pekerja dan pengusaha bentuk manifestasi dari prinsip Islam yang tidak membeda-bedakan antar sesama manusia karena semua manusia sama berasal dari Nabi Adam dan istrinya Siti Hawa, tidak ada yang lebih unggul antara kaya dan miskin, antara kulit putihdan hitam, antar Arab dan non Arab, dan lain sebagainya kecuali yang memebedakan diantara mereka keunggulannya dilihat dari seberapa besar ketakwaannya kepada Allah diantara mereka.

Masih banyaknya kekeliruan terhadap pemahaman Islam sehingga menimbulkan sikap kesewenang-wenangan individu terhadap bawahannya sangatlah tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Justru Islam mengenalkan melalui perilaku akhlak Nabi muhammad Saw yang sudah dulu sekitar 1400 tahun lalu mengakui hak-hak pekerja dengan prinsip tidak membeda-bedakan semua sama dihadapan Allah, maka perlakuan tidak adil dengan terlalu mengeksploitasi pekerja tidaklah dibenarkan. Salah satu contoh yang diberikan Nabi Muhammad kepada seorang budak bernama Bilal bin Rabah yang diberikan hak-hak sama dengan para sahabat Nabi yang lainnya.

یٰۤاَیُّہَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقۡنٰکُمۡ مِّنۡ ذَکَرٍ وَّ اُنۡثٰی وَ جَعَلۡنٰکُمۡ شُعُوۡبًا وَّ قَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوۡا ؕ اِنَّ اَکۡرَمَکُمۡ عِنۡدَ اللّٰہِ اَتۡقٰکُمۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَلِیۡمٌ خَبِیۡرٌ

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti. (QS. Al Hujurat [49]: 13)

Di bawah ini Hak dan kewajiban buruh menurut islam yang diringkas dari buku Isnaini Harahap yang berjudul Hadis-hadis Ekonomi  :

Pertama : atas dasar persamaan antar sesama manusia dan muslim seorang buruh haruslah dianggap seperti saudaranya sendiri, sehingga akan timbul rasa cinta kasih diantara keduanya. Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Saudara kalian adalah budak kalian. Allah jadikan mereka dibawah kekuasaan kalian." (HR. Bukhari)

Kedua : seorang buruh tidak boleh mendapat perlakuan kasar dari majikannya baik dari sikap, perkataan ataupun yang membuat sakit hatinya. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah terhadap pembantunya. “Dari Aisyah ia berkata : Rasulullah tidak pernah memukul seorang budak, atau perempuan atau sesuatupun dengan tangannya” (HR Ibnu Majah)

Ketiga : tidak boleh membebani mereka dengan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Dalam memberikan pekerjaan seorang atasan atau majikan kepada bawahannya tidak terlalu berat atau banyak sehingga akan menyulitkannya. Harus juga memberikan waktu istirahat yang cukup jangan terlalu terus menerus menuntut untuk kerja, harus diperhatikan juga kesehatannya, termasuk makan minumnya juga.

Dari Amr bin Huwairits, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Keringanan yang kamu berikan kepada budakmu, maka itu menjadi pahala di timbangan amalmu." (HR. Ibn Hibban dalam shahihnya dan sanadnya dinyatakan shahih oleh Syuaib al-Arnauth).

Keempat : jika seorang majikan atau atasanmemiliki rasa iba kepada bawahannya, majikan akan senang hati memberikan kebutuhannya dengan memberikan upah yang layak.Seorang muslim dikecam oleh Nabi Saw dalam salah satu hadisnya yang menyuruh pekerja untuk memperkerjakannya. tanpa diberikan imbalan (upah).

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW bersabda: “Allah Ta'ala beriman: Ada tiga jenis orang yang Aku menjadi musuh mereka pada hari kiyamat, seseorang yang bersumpah atas namaku lalu mengingkarinya, seseorang yang menjual orang yang telah merdeka lalu memakan (uang dari) harganya dan seseorang yang memperkerjakan pekerja kemudian pekerja itu menyelesaikan pekerjaannya namun tidak dibayar upahnya.”

Kelima : Seorang buruh atau pekerja atau bawahan juga mempunyai tugas dan kewajiban kepada atasannya atau majikannya untuk berkerja dengan amanah, rajin, patuh atas perintah atasan dan sebagainya. Dari Ibnu Umar radhiallahu Anhu bahwa Rasulullah bersabda seseorang hamba jika setia kepada Tuhannya dan beribadah dengan baik kepada Tuhannya maka baginya mendapat dua pahala

Nurrudin Araniri, Penulis adalah Dosen Universitas Majalengka, Aktivis Sekolah Insfiratif Berakhlakul Karimah (SIF_Berkah).


FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bukan Hanya Kecupan Manis, Ternyata Ada 10 Fakta Unik Tentang Ciuman https://t.co/6IDiMSg2wV
Sekda Subang: PMI Garda Terdepan Urusan Kemanusiaan https://t.co/0RfqdyeJjz
Go Digital, UMKM Harus Siap Lonjakan Permintaan https://t.co/yJInVDevcG
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter