FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Fakta Pemanis Buatan yang Sering Dinilai Negatif Jika Dikonsumsi

Indeks Artikel




SUBANG, TINTAHIJAU.com - Bagi sebagian orang yang tengah mengurangi gula, pasti menggunakan pemanis buatan buatan untuk memberikan rasa manis pada makanan atau minuman mereka.  Namun demikian sebagian orang menganggap pemanis buatan itu adalah makanan yang perlu dihindari.

Namun ternyata ada sejumlah fakta menarik terkait pemanis buatan yang jarang diketahui oleh awam.

Berikut ini 5 fakta pemanis buatan menurut Consumer Reports:

1. Arti pemanis buatan

Banyak pemanis buatan yang sebenarnya lebih disebut sebagai pemanis non-nutrisi. Hal ini lantaran produk pemanis buatan didominasi dengan kandungan kalori tetapi tanpa nutrisi apapun.

Beberapa pemanis buatan non-nutritif ini misalnya seperti acesulfame potassium (Ace-K), sucralose, saccharin, steviol glycosides dan monk fruit. Bahkan pada pemanis seperti stevia dan monk fruit atau lo han kuo masih harus melalui proses tinggi untuk membuatnya layak dikonsumsi menjadi pemanis.



BACA JUGA:
Ingin Punya Anak Kembar? Lakukan Posisi Bercinta Dengan Cara Ini

Ternyata ada juga produk pemanis buatan yang mengandung nutrisi seperti aspartam. Aspartam ini juga banyak digunakan pada makanan dan minuman kemasan. Ketika digunakan dalam jumlah sedikit, kadar manisnya mencapai 200 kali daripada gula.

2. Memicu risiko penyakit jantung

Food and Drug Administration mengungkapkan kadar racun pada pemanis buatan yang telah diteliti melalui manusia dan hewan. Penelitian membuktikan bahwa konsumsi pemanis buatan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, sindrom metabolisme, kanker dan penyakit jantung.

Pada penelitian yang dipublikasi tahun 2019 ditemukan bahwa wanita yang mengonsumsi 680 gram pemanis buatan mengalami peningkatan risiko penyakit jantung sebanyak 35%. Tak hanya itu ada juga ancaman peningkatan 26% risiko stroke dan 19% kematian dini.

Penelitian ini melihat langsung dari kebiasaan para partisipan tanpa menyesuaikan pola makan dan kebiasaan selama pengamatan. Walaupun masih membutuhkan banyak pengamatan lebih lanjut untuk validasi tetapi efek sampingnya sangat ditekankan oleh ahli.

baca selanjutnya di halaman berikutnya