FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Tingkatkan Potensi Olahan Serat Daun Nanas, Pertamina EP Subang Field Kembangkan Produk Green Textile

Indeks Artikel



SUBANG, TINTAHIJAU.COM - PT Pertamina EP (PEP) Subang Field yang tergabung dalam Zona 7 Subholding Upstream Regional Jawa bersama masyarakat Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang mengembangkan usaha pengolahan daun nanas menjadi komoditas yang bernilai tinggi. Program yang bertajuk Pemanfaatan Serat Daun Nanas atau dijuluki PESONA Subang ini terinspirasi dari keberadaan buah nanas yang menjadi ciri khas Kabupaten Subang.

Tidak terpaku pada buah nanasnya, PEP Subang Field justru melihat serat daun nanas sebagai potensi yang sangat baik dikembangkan dari komoditas ini. Bagian tanaman nanas ini seringkali tidak dimanfaatkan dengan baik oleh para petani, padahal serat alam yang dikandungnya bernilai tinggi secara ekonomi. Serat daun nanas dapat diolah menjadi bahan tekstil ramah lingkungan (green textilles), dapat digunakan sebagai bahan campuran resin, bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan kertas.



BERITA LAINNYA
Pertamina - Korsel Teken MoU Dukung Pemeliharaan Ekosistem Laut
Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Kembali Temukan Cadangan Migas Baru
Hingga Tengah Tahun, Subholding Upstream Pertamina Sudah Lakukan Pengeboran 14 Sumur Eksplorasi


Program Pesona Subang mendukung usaha pengolahan serat daun nanas yang telah dikembangkan masyarakat Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang. Program ini berusaha mendorong pemanfaatan limbah daun nanas secara produktif melalui ekstraksi serat daun nanas. Hal ini bermula dari banyaknya buangan limbah daun nanas sehingga menimbulkan permasalahan di kawasan pertanian nanas Subang. Harapannya, produksi serat daun nanas ini dapat menjadi salah satu solusi mengurangi limbah sekaligus meningkatkan ekonomi warga.

Senior Manager Subang Field Ndirga Andri Sisworo menyampaikan bahwa Pesona Subang ini merupakan kontribusi perusahaan dalam konservasi lingkungan di sekitar wilayah operasinya. Program ini berusaha mengurangi jumlah timbunan limbah daun nanas dan kemudian merubahnya menjadi komoditas serat alam yang bernilai ekonomi tinggi. Kedua hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus membantu meningkatkan produktivitas ekonomi warga.