FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Jack Dorsey Tidak Mau Kembali untuk Jadi CEO Twitter, Kenapa?



CEO Twitter Jack Dorsey berpidato di depan balai kota di Institut Teknologi India (IIT) di New Delhi, India, 12 November 2018. REUTERS / Anushree Fadnavis


SUBANG, TINTAHIJAU.com - Kabar mengenai akuisis Twitter oleh Elon Musk bukanlah berita baru, namun demikian a\kuisisi ini ditunda karena Elon Musk mempertanyakan soal proporsi akun spam dan akun palsu di platform media sosial microblog itu.

Terlepas dari hal tersebut, Jack Dorsey menyatakan dirinya tidak ingin kembali menjadi pemimpin Twitter setelah dalam beberapa waktu terakhir rumor mengenai itu menguat di tengah kesepakatan akuisisi yang dijalin antara Twitter dan Elon Musk.

Sebagai salah satu pendiri Twitter dan kolega dekat dari Musk, tidak heran rumor kembalinya Dorsey sebagai CEO Twitter semakin menguat.

"Tidak, saya tidak akan pernah menjadi CEO (Twitter) lagi," demikian cuitan Dorsey saat membalas prediksi seorang warganet yang menyebut dirinya akan kembali menjadi CEO di Twitter, dikutip Kamis (12/5).

BACA JUGA:
Elon Musk Akhinya Resmi Akuisi Twitter dengan Nilai Rp634 Triliun

Lebih lanjut, Dorsey kini tengah memegang jabatan pimpinan di salah satu perusahaan pembayaran bernama Block Inc.

Meski enggan menjadi CEO Twitter kembali, Dorsey masih memiliki 2,4% saham di Twitter.

Sejak Twitter menerima tawaran pembelian US$44 miliar dari Musk pada 25 April, ada sedikit kejelasan tentang kepemimpinan baru perusahaan setelah kesepakatan ditutup.

Sejarah perjalanan Dorsey dan Twitter sebenarnya penuh dengan lika liku. Pada 2008, ia sempat dipecat oleh Dewan Twitter setelah dua tahun membangun perusahaan itu.

Meski demikian, ia kembali menjadi CEO di 2015, bisa dibilang Twitter berjalan dengan mulus.

Hingga pada 2020 sekelompok investor dan beberapa dewan meminta Dorsey untuk mundur kembali.

Namun, hal tersebut tidak digubrisnya dan pada 2021 akhirnya Dorsey mengambil keputusan pribadi untuk mengundurkan diri sehingga digantikan posisinya oleh CTO Twitter saat itu Parag Agrawal.

Dengan demikian nampaknya jika akuisisi sudah tuntas, posisi CEO akan diisi oleh sang pembeli yaitu Musk hingga akhirnya ia menunjuk orang yang tepat mengisi posisi itu.

Sumber: Media Indonesia

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Tipu Banyak Mama Muda di Medsos, Pria Ini Dibekuk Polisi https://t.co/80DpyNqAZB
Holywings Ditutup Pemprov Jakarta, Nikita Mirzani Buka Suara https://t.co/KjGjoysV9s
Keluarga Berikan Klarifikasi Terkait Hilangnya Marshanda di AS, Saat Ini Baik-baik Saja https://t.co/0cnG7JgaHg
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter