FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Zoommeet dengan AMSI, Gubernur Jabar Dorong Akun Media Centang Biru



SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat bisa menjadikan anggotanya segera mendapat centang biru, dan bisa membuka podcast yang mendorong dialog berbeda pendapat secara santun.

“Untuk jangka dekat ini saya berharap AMSI bisa mendorong medsos anggotanya segera mendapat centang biru dan bisa mendorong dialog yang menjadikan orang terbiasa dengan beda pendapat,” kata Gubernur saat zoom meeting dengan anggota AMSI Jawa Barat, Kamis (29/7/2021).

Hadir dalam zoom meeting tersebut, Ketua Umum AMSI Pusat Wenseslaus Manggut, Korwil AMSI Ronny Kusuma, Kepala Diskominfo Jawa Barat Setiaji, Ketua AMSI Jabar Riana dan pengurus serta anggota AMSI Jawa Barat.

“Followers IG saya ini ada 14 juta, Ridwan Kamil Online hehe. Bagaimana AMSI ini bisa relevan jangan hanya kumpul-kumpul saja. AMSI ini kalau bisa centang biru, supaya saya nanti mudah kalau ada apa-apa. Cek saja itu IG dan medsosnya, centang biru belum. Dengan begitu saya gampang mempromosikan AMSI-nya. Kalau itu berhasil, saya mudah. Untuk dapat centang biru medsosnya tidak harus punya followers berjuta-juta dulu,” jelasnya.
Dia berharap, kedua hal itu bisa dijadikan AMSI Jawa Barat sebagai program jangka dekat agar masyarakat bisa tercerdaskan dan kita terlatih agar perjalanan bangsa ini bisa tercerahkan.

Dalam bagian lain, ia menyebutkan bahwa bangsaini sedang mengalami dua disrupsi, yakni Covid-19 dan era industri 4.0. Tapi disrupsi di bidang industri tidak sedisrupsi kesehatan.

“Padahal dua-duanya sama harus mendapat perhatian. Di bidang media ada yang denial grup. Asupannya berita-berita konspirasi, drama-drama yang ada tapi digeneralisasi. Ya, ada cuan dari obat tapi seolah digeneraliasi, seolah-olah semua. Ini satu tantangan dari disrupsi,” ungkapnya.

Dalam dialog tersebut dipandu oleh Ketum AMSI Jawa Barat Riana Wargadinata dan Kepala Diskominfo Jawa Barat Setiaji.

Ketua Umum AMSI Pusat Wenseslaus Manggut mengatakan bahwa selama ini data di media itu sangat lemah.

“Kami mengembangkan jurnalis by data. Data di tiap kementrian banyak yang power full. Dan untuk mengembangkan jurnalis by data ini kita sudah bekerjasama dengan Belanda,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa anggota AMSI terus dilakukan pembinaan agar dari sisi administrasi bisa memenuhi standar sebuah perusahaan media online, kelengkapan badan hukum, ketaatan membayar pajak, dan standar lainnya, sedangkan dari sisi bisnis bagaimana media online ini dikelola dengan standar profesi jurnalistik yang memadai.

“Pengetahuan itu bisa didapat dimana saja. Ada di pemerintahan, LSM, kampus dll,” ungkapnya.

Ia sangat menyambut baik respon dari kalangan pemerintahan. Dengan AMSI Jawa Timur misalnya, kata Mas Wens, ia biasa disapa, kerjasama dengan Gubernur Khofifah.

“Sekarang pekerjaan kita hanya sebagai Nokia, ‘conecting people’. Apa hal-hal yang bisa di kolaborasikan, karena media online ini banyak hal yang bisa di kolaborasikan,” pungkasnya.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Gandeng Google Inisiative dan Cek Fakta, AMSI Jabar Gelar Pelatihan Literasi Berita Tangkal Hoaks https://t.co/gbBZz2QGGg
PT KAI Berinovasi, Wagub Jabar: Ada Layanan Live Cooking https://t.co/Zs4LfIKT2m
HUT Ke-61, BPN Bikin Warga Kabupaten Subang Sumringah https://t.co/mhQwKV6bKA
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter