FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Gawat!, Covid-19 di Jakarta Menngkat 302 Persen - (2)

Indeks Artikel







Dalam hal ini, Satgas Covid-19 juga menyatakan bahwa kasus positif meningkat di seluruh provinsi di Jawa sehingga pulau ini menyumbang mayoritas kasus nasional.

Adapun Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga melaporkan 107 persen, Jawa Timur naik sebesar 89 persen, Jawa Tengah sebesar 80 persen, dan Banten sebesar 57 persen.

Bahkan, sejumlah kabupaten dan kota juga menjadi perhatian Satgas Covid-19 karena menunjukkan lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi seperti Kudus, Jepara, Sragen, dan Bandung.

Meski demikian, Wiku mengatakan belum ada bukti bahwa lonjakan kasus ini dipicu oleh munculnya varian Covid-19 yang menjadi perhatian (variant of concern), sebagaimana dikutip dari Pikiran-Rakyat.com melalui laman Anadolu Agency.

“Kenaikan kasus ini terutama dipicu oleh kegiatan Ramadhan dan Idul Fitri. Sampai sekarang belum terbukti bahwa ada hubungan langsung peningkatan kasus disebabkan oleh varian baru,” tutur Wiku.

BACA JUGA:
Cegah Penyebaran, Ratusan Lansia di Subang Divaksin Covid-19

Di sisi lain, Indonesia saat ini telah menemukan 70 kasus dari ‘variant of concern’ yakni varian B117 yang pertama kali terdeteksi di Inggris, B1617 yang pertama kali terdeteksi di India, serta B1351 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

“Varian baru memang ditemukan di berbagai tempat di Indonesia, kasus juga meningkat, tapi yang terlihat sejauh ini kenaikan kasus terjadi dari aktivitas lebaran dan Idul Fitri,”ujar Wiku.

Sementara itu, demi menekan penyebaran kasus Covid-19 dan meningkatkan kekebalan imun tubuh, pemerintah Jakarta mulai mengadakan vaksinasi bagi masyarakat umum.

Jakarta menjadi provinsi pertama di Indonesia yang telah memulai vaksinasi untuk masyarakat umum, berusia 18 tahun ke atas sejak pekan ini.

Terkait hal itu, Wiku menuturkan salah satu pertimbangannya lantaran tingkat penularan Covid-19 di Jakarta masih tinggi.

Pemerintah, kata dia, juga mempertimbangkan posisi Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan pusat ekonomi nasional.

“Pelaksanaan vaksinasi diputuskan boleh diberikan kepada seluruh penduduk usia 18 tahun ke atas dengan tetap memprioritaskan tenaga kesehatan, kelompok lanjut usia dan petugas layanan publik,” ujar Wiku.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bukan Hanya Kecupan Manis, Ternyata Ada 10 Fakta Unik Tentang Ciuman https://t.co/6IDiMSg2wV
Sekda Subang: PMI Garda Terdepan Urusan Kemanusiaan https://t.co/0RfqdyeJjz
Go Digital, UMKM Harus Siap Lonjakan Permintaan https://t.co/yJInVDevcG
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter