FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Atap Baja Ringan SDN Ambruk, Kejari Diminta Turun Tangan



TINJAU SUBANG- Ketua Komite SDN Cigadung Ade Obrek Kusnadi mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang turun tangan terkait ambruknya atap baja ringan di sekolah tersebut.

Ade meminta Kejari menganalisa dan mengecek baja ringan yang dinilainya tidak sesuai dengan spesifikasi untuk mendapat keuntungan materi lebih besar. "Kejari harus turun tangan, mengecek kwalitas baja ringan," kata Ade kepada TINTAHIJAU.com.

Dari pengamatannya, kondisi baja ringan sangat tipis. Akibatnya, baja tidak mampu menahan beban saat dilakukan pemasangan genting. "Kalau dilihat di lapangan, baja ringan dan genting sudah terpasang. Katanya sedang dilakukan pemasangan plapon (atap). Ini kan aneh, baru beberapa hari saja sudah ambruk," terang Ade yang datang ke lokasi ambruknya baja ringan.

Kejanggalan proyek rehab bangunan ruangan Guru itu, sudah dirasakan Ade. Pasalnya, dirinya yang jadi Ketua Komite Sekolah tidak pernah diajak bicara soal renacan dan pembangunan lokal ruang guru tersebut. "Kita tidak pernah diajak bicara, siapa pemborongnya, berapa anggarannya, kapan pelaksananya saya tidak pernah dikomunikasikan," tandasnya.

Sekitar pukul 08.00 WIB atap baja ringan yang digunakan untuk pembangunan ruangan Guru di SDN Cigadung ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun delapan guru yang sedang menggelar rapat di sebalah atap baja ringan yang ambruk, mengalami shock.

Kepala Sekolah Oding Ahrudin mengaku tidak mengetahui soal proyek tersebut. "Ini hari pertama saya ngantor di sini, saat itu kamu sedang pertemuan di sebelah ruangan itu, tiba-tiba ambruk. Kita kaget malah guru-guru shock," kata Oding

Namun ia memprediksi, ambruknya baja ringan itu karena kwalitas. Kepala Sekolah lama, Nunung yang hadir pada saat pertemuan SDN itu mengaku tidak mengetahui jelas soal awal proyek itu.

Namun begitu, ia mengatakan selain ruang guru, kata Nunung, ada dua ruang lainnya yang sedang dalam rehab. Untuk pengerjaan tiga ruangan itu, merogoh kocek Rp135 juta dari bantuan Dinas Pendidikan setempat. "Ada tiga ruang, ruang guru (yang ambruk) pakai baja ringan, dua ruangan lainnya rehab ringan. Anggaranya Rp135 juta," jelasnya.

Ketua DPRD Beni Rudiono yang datang ke lokasi, meminta pengerjaan proyek dihenyikan sementara. "Hentikan sementara, harus diselidiki dulu apakah spacenya tidak sesuai. Hawatir di tempat lain seperti itu. Untung di sini tidak ada korban," katanya. [4annas nahrullah]



 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Quote "Lakukan satu hal yang menurut Anda tidak bisa Anda lakukan. Gagal melakukanya. Coba lagi!." ~Oprah Winfrey~ https://t.co/CIUhzkeH17
Atlit Subang Sumbang 5 Medali Emas di PON XX Papua, Ini Daftarnya https://t.co/aKmqReoAG7
Dirjen Binapemdes Kemendagari Pantau Pilkades Serentak di Purwakarta https://t.co/3KZ7FCTinO
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter