FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Inilah 7 Fakta Kasus Anak yang Jadi Korban Pengeroyokan dan Pencabulan di Malang

Indeks Artikel




SUBANG, TINTAHIJAU.com - Seorang anak di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) diduga menjadi korban kekerasan seksual dan pengeroyokan.

Korban anak-anak tersebut sehari-hari tinggal di sebuah panti asuhan yang berada di wilayah Plaosan, Kota Malang.

Aksi kekerasan seksual terhadap anak itu sempat direkam oleh pelaku, lalu video penganiayaan tersebut viral di media sosial.

Kasus kekerasan terhadap anak yang melibatkan total 10 pelaku itu telah dilaporkan ke Polres Malang Kota. Korban didampingi ibunya dan tim kuasa hukumnya datang ke kepolisian untuk memberikan keterangan. Sebagian besar pelaku turut diperiksa tim penyidik.

"Semula kami melaporkan kejadian penyeroyokan, tapi hari ini bertambah untuk kasus pencabulan," ujar kuasa hukum korban, Leo A Permana di Polres Malang Kota, Senin, 22 November 2021.

Aparat kepolisian pun bergerak cepat dengan menangkap 10 terduga pelaku. Penyidik mendalami peran masing–masing pelaku dengan dugaan dua perkara yakni kekerasan seksual dan pengeroyokan.

Tak butuh waktu lama, kepolisian menetapkan tujuh pelaku sebagai tersangka. Sedangkan tiga terduga pelaku lainnya dikembalikan ke orang tuanya karena terbukti tak terlibat dalam peristiwa kekerasan itu. Seluruhnya masih anak di bawah umur.

"Penanganan terhadap tersangka itu sudah sesuai sistem peradilan anak," ujar Kasat Reskrim Polres Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo, Rabu (24/11/2021).

Berikut deretan fakta terkait kasus dugaan seorang anak menjadi korban kekerasan seksual dan pengeroyokan dihimpun dari laman Liputan6.com :

1. Berawal dari Video yang Viral

Beredar rekaman video penganiayaan siswi berdurasi 2 menit dan 29 detik yang menunjukkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah rekan korban.

Korban penganiayaan dan persekusi yang berjenis kelamin perempuan tersebut masih berusia kurang lebih 13 tahun.

Dalam video yang tersebar, korban yang terlihat masih menggunakan baju seragam tersebut, dianiaya oleh sejumlah rekannya.

Kejadian tersebut, dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Blimbing, Kota Malang pada 18 November 2021.

Pasal yang disangkakan pada kasus tersebut adalah pasal 80 Undang-Undang Nomor 35/2014 atas perubahan UU Nomor 23/2002 tentang Perlingungan Anak, atau pasal 170 ayat 2 KUHP dan atau pasal 33 ayat 2 KUHP.

Kemudian, pasal 81 UU Nomor 35/2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman lima hingga sembilan tahun penjara terhadap kekerasan anak, dan persetubuhan dengan ancaman penjara selama 15 tahun.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Di Negara Ini, Sebar Gosip di Medsos Bisa Didenda Ratusan Juta https://t.co/zr4Wa5DYFG
Pemkab Majalengka Kembali Guyur Kadeudeuh untuk Atlet Berprestasi di Peparnas XVI Papua 2021 https://t.co/nY2WzHqMWF
Daftar 5 Game VR Terbaik yang Dirilis Mulai Desember https://t.co/Hrrj9xmYNu
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter