FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Ini Penjelasan BPKN Soal Motor Yang Dipakai Bekerja Ditahan Debt collector



 

PURWAKARTA - TINTAHIJAU.com - Penagih utang atau Debt Collector (DC) perusahaan pembiayaan diwajibkan mengikuti sejumlah ketentuan dalam proses penagihan kepada konsumen atau debitur. Demikian disampaikan anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Firman Turmantara.
 
"Mereka diwajibkan membawa sejumlah dokumen, yaitu, kartu identitas, sertifikat profesi dari lembaga resmi, surat tugas dari perusahaan pembiayaan, bukti jaminan fidusia, dan surat perjanjian kerjasama antara lembaga DC dan perusahaan pembiayaan," kata Firman, melalui pesan tertulisnya.
 
Lebih lanjut dijelaskan Firman, selain syarat berbagai dokumen diatas, penarikan unit kendaraan jaminan fidusia yang dikuasai debitur tidak diperbolehkan berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) Nomor 2/PUU-XIX Tahun 2021 tentang penyitaan unit kendaraan jaminan fidusia.
 
"Terlebih di masa pandemi, kendaraan yang digunakan untuk bekerja atau mencari nafkah harus dihindari, Presiden menyampaikan mereka (debitur) tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau aturan diberikan kelonggaran selama 1 tahun," kata dia.
 
Dengan penjelasan ketentuan berikut Firman mengatakan, pihak perusahaan pembiayaan tidak boleh melaksanakan eksekusi penarikan dilakukan sendiri, melainkan harus mengajukan permohonan pelaksaan eksekusi kepada Pengadilan Negeri.
 
"Pengadilan Negeri pada dasarnya telah memberikan keseimbangan posisi hukum antara debitur dan kreditur, hal itu dilakukan untuk menghindari timbulnya kesewang-wenangan dalam pelaksanaan eksekusi," ucapnya.
 
Berdasarkan keterangan BPKN, IM (25) pria di Purwakarta protes, pasalnya kendaraan sepeda motor yang diketahui sedang dipakai untuk bekerja tersebut diambil dan di tahan di Kantor Cabang FIF Cikampek pada Rabu petang,(13/10/2021).
 
IM diketahui sudah telat angsuran selama tiga-empat bulan, namun terkait telatnya angsuran tersebut ia sudah bermusyawarah dengan pihak debt collector yang biasa menagih kerumahnya.
 
"Penarikan sepeda motor saya di Simpang Sadang Kabupaten Purwakarta, Sebelum motor itu ditarik di jalan, saya sudah ngobrol sama Debt Collector yang ngurus motor, kalau saya akan selesaikan dengan cara pelsus," ujar IM ketika dikonfirmasi usai ditarik sepeda motornya di Kantor Cabang FIF Cikampek, Kabupaten Karawang, Rabu, (13/10/2021).
 
Pelunasan khusus ( Pelsus) untuk menyelesaikan pembayaran motor tersebut yang sudah direncanakan IM dengan pihak Debt Collector dari FIF, namun pelsus tersebut baru akan dilakukan pada akhir bulan Oktober setelah memiliki cukup uang.
 
Namun belum sampai pada akhir oktober motor tersebut ditarik oleh Debt Collector (DC) ketika digunakan IM di wilayah Simpang Sadang Kabupaten Purwakarta.
 
"Dulu saya juga pernah ditarik oleh DC, sekali, sekitar bulan September masih di wilayah Purwakarta,  setelah penarikan pertama itu unit masih bisa dibawa pulang dengan kesepakatan akan dilakukan pelsus akhir bulan Oktober," kata dia.
 
Tak sampai pada akhir Oktober DC yang berjumlah 6 orang kembali mencegat IM di Simpang Sadang lalu membawanya bersama sepeda motor tersebut ke Kantor Cabang FIF Cikampek pada Rabu petang (13/10/2021).
 
"Awalnya saya diajak ngobrol di kantor FIF, dengan obrolan yang sama, bahwa saya akan menyelesaikan pembayaran dengan cara pelsus di akhir bulan, kemudian pihak FIF meminta kunci motor berasalan untuk mengecek fisik kendaraan dan meminta STNK untuk di foto kopi, tapi setelah itu saya malah disuruh tanda tangan berita acara penyerahan unit. Saya tidak mau, tapi motor saya tetap ditahan," imbuhnya.
 
Setelah kunci dan STNK diambil pihak FIF dengan alasan untuk di cek, kini sepeda motor IM harus tertahan di Kantor Cabang FIF Cikampek.
 
Sementara, pihak manjeman FIF, Hendra mengatakan, yang bersangkutan tetap harus membayar tunggakan pembayaran bulanannya.
 
"Dibayar saja angsurannya yang 5 bulan pak," ujar Hendra ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (13/10/2021).
 
Namun ia enggan menjlaskan lebih jauh tentang penarikan sepeda motor tersebut, lalu mematikan sambungan telepon.
 
 
 
FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Optimalisasi Layanan, Yudikatif di Subang Luncurkan Nasi Liwet https://t.co/5SbLKGZFUa
Laku Keras, Dalam 3 Jam Donat Dapur Mami Arsen Langsung Ludes https://t.co/d6Tt01BAIS
Quote "Aku selalu merasa seperti orang miskin saat aku punya banyak uang." ~Pablo Picasso~ https://t.co/MF1XMM9L6u
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter