FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Usai Kebakaran, Kalapas Kelas I Tangerang Dinonaktifkan

Indeks Artikel




SUBANG, TINTAHIJAU.com - Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti menyatakan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Victor Teguh Prihartono dinonaktifkan dari jabatan usai insiden kebakaran yang memakan korban.

Menurutnya, penonaktifan jabatan Kalapas tersebut guna kepentingan proses pemeriksaan Inspektorat Jendral Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), pasca peristiwa kebakaran hebat yang mengakibatkan sebanyak 41 orang meninggal dunia.

BACA JUGA:
Antisipasi Tragedi Tangerang, Lapas Klas II A Subang Gelar Latihan Penanggulangan Kebakaran

"Di nonaktifkan untuk proses pemeriksaan Inspektorat jenderal Kementerian Hukum dan HAM," ujar Rika seperti yang dikutip oleh CNNIndonesia.com, dikutip Sabtu (18/9/2021).

Dinonaktifkan jabatan Kalapas tersebut mulai berlaku hari Jumat 17 September ini. Namun demikian, saat ini Kalapas Kelas I Tangerang dijabat oleh Plh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Nirhono Jatmokoadi.

"Hari ini dan saat ini Lapas Kelas 1 Tangerang ditanggungjawabkan oleh Plh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten," kata Rika.






Sebelumnya, Kebakaran hebat Lapas Kelas I Tangerang itu terjadi sekitar pukul 01.45 WIB Rabu 8 September 2021. Dalam peristiwa tersebut mengakibatkan sebanyak 41 orang meninggal yang dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Sejauh ini, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) hingga hari ini telah menyerahkan 38 jenazah dari 41 korban meninggal dunia kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Banten yang berhasil diidentifikasi Tim Disaster VIctim Identification (DVI) Polri.

BACA JUGA:
Inilah Fakta-fakta Terbaru Kebakaran di Lapas Tangerang yang Tewaskan Puluhan Jiwa

Masih terdapat tiga jenazah korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang yang disimpan di ruang Forensik RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Jenazah tersebut adalah Ricardo Ussumane Embalo bin Antonio Embalo (51), warga negara Portugal yang telah diidentifikasi berdasarkan pencocokan DNA dan rekam medis.

Sementara, dua jenazah lainnya sudah dikenali Tim DVI namun masih membutuhkan identifikasi secara legal melalui lima data yakni, medis, DNA, gigi, properti, dan sidik jari.

Sumber: CNN Indonesia | Foto: Ist

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bripda Randy yang Perkosa Novia Widyasari Akhirnya Dipecat Secara Tidak Hormat https://t.co/cOtVD4TOnu
BNPB Sebut 14 Orang Meninggal Dunia dan 56 Luka Akibat Erupsi Gunung Semeru https://t.co/hKVt1pU8wG
Tahukan Kamu, Sebenernya Temanmu Suka Padamu, Ini Tanda-Tandanya https://t.co/JfWtYJCJ5y
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter