FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Korban Ustaz Gay di Sumbar Bertambah jadi 4 Orang

Indeks Artikel





SUBANG, TINTAHIJAU.com - Korban Ustaz Syukron, guru sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan SMP Islam Terpadu di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) bertambah. Terbaru, polisi menyampaikan korban kebejatan ustaz yang diduga gay tersebut berjumlah 4 orang.

"Jadi, kita terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Pengakuan sementara, ada empat korban. Satu sudah melapor, tiga lainnya belum karena masih ujian sekolah," kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ferlyanto Pratama Marasin seperti dikutip dari detikcom, Selasa (15/6/2021).

Ferlyanto menyebut tiga korban lainnya juga bersatus pelajar di SMP Islam Terpadu Al-Hijrah. Polisi belum memeriksa ketiga korban pelecehan lainnya dengan alasan tak ingin mengganggu konsentrasi belajar korban.

BACA JUGA: Bejat! Oknum Guru Ngaji Lakukan Pelecehan Terhadap Santri Pria

"Keterangannya ada tiga korban lain. Jadi, total sementara jumlah korban ada empat orang. Selain belum membuat laporan, kita juga belum bisa menindak lanjuti, karena mereka (korban) sedang ujian kenaikan kelas. Ditakutkan, nanti mengganggu konsentrasi korban," jelas Ferlyanto.

Pelecehan yang dilakukan Ustaz Syukron, menurut polisi, berlangsung beberapa kali. Dalam laporan, ada tiga kali pelecehan yang dialami korban yakni pada 26 Desember 2020, 6 Januari dan 21 Januari 2021.

Diketahui, modus Ustaz Syukron yang diduga gay adalah memberi pemahaman salah terhadap korban yang berusia 14 tahun. Dia mengatakan melakukan onani dan oral sex bisa meningkatkan kepercayaan diri.

"Tersangka mengatakan kepada korbannya bahwa melakukan (onani) itu bisa meningkatkan percaya diri," kata Ferlyanto, Senin (14/6).

Baca selengkapnya di halaman berikutnya






Berdasarkan pemeriksaan, pelaku sempat meminta korban mengirimkan video yang menyorot alat kelamin. Korban sempat menolak dan bertanya soal tujuan pengiriman video tak senonoh tersebut.

Namun korban tidak kuasa saat disuruh tersangka datang ke asrama sekolah di Padang Panjang. Di kamar Wali Asrama, pelaku memaksa korban melakukan onani dan oral sex.

Polisi menjerat tersangka dengan sejumlah pasal tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

BACA JUGA: Dua Pekan, Puluhan Tenaga Kesehatan RSUD Ciereng Terkonfirmasi Covid-19

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk tindakan Ustaz Syukron (33). MUI meminta kasus ini diselesaikan agar menjaga nama baik sekolah Islam.

"Yayasan harus menindak. Selesaikan masalah ini secepatnya agar masyarakat, orang tua murid dan anak-anak bisa tenang dan kembali belajar," ucap Wakil Ketua MUI Anwar Abbas, saat dihubungi, kemarin.

Menurut Anwar, reputasi sekolah Islam terpadu tersebut dipertaruhkan. Karena itu, MUI meminta masalah ini perlu diselesaikan segera.

"Jangan sampai karena ulah guru ini citra sekolah rusak. Karena itu, supaya sekolah bisa dipertahankan, dan terjaga dengan baik, minta pimpinan yayasan menindak tegas," katanya.

Foto: jeka/detikcom



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Bali Kembali jadi Sorotan Dunia, Ada Apa? https://t.co/aMy1Wkm7gS
Bukan Hanya Kecupan Manis, Ternyata Ada 10 Fakta Unik Tentang Ciuman https://t.co/6IDiMSg2wV
Sekda Subang: PMI Garda Terdepan Urusan Kemanusiaan https://t.co/0RfqdyeJjz
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter