FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kisah Kapolsek Cibogo Subang, 'Bebaskan' Pelaku Curanmor dan Bantu Biaya Persalinan Istrinya

Indeks Artikel



SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Menjadi Seorang yang diamanahi sebagai Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) dituntut lebih bijak dalam menangani dan menghadapi kasus atau perkara.

Tidak semua permasalahan harus dihadapkan dengan pasal perpasal. Namun ada kalanya, penegak hukum melihat sisi lain yang menggerakan seseorang untuk berbuat yang melanggar pidana atau pendekatan restorative justice

Proses penegakan hukum melalui keadilan restorative dalam penyelesaian perkara mengacu pada Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Perpol Nomor 8 Tahun 2021 tentang restorative justice.

Definisi keadilan Restoratif yaitu penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku,korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan.

Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative dilaksanakan dengan asas keadilan, kepentingan umum, proporsionalitas, pidana sebagai jalan terakhir, cepat sederhana dan biaya ringan.

Pendekatan ini pernah diterapkan Kapolsek Cibogo Subang AKP Ikin Sodikin. Pada akhir tahun 2022 lalu, AKP Ikin Sodikin menerapkan restorative justice kepada salah seorang terduga henak melakukan pencurian sepeda motor di wilayah kerjanya.

Pemuda asal Cikaum itu, kedapatan sedang mengendap di rumah warga untuk membidik sebuah sepeda motor milik korban. Dasar nasib tidak berpihak, pemuda itu gagal melakukan aksi pencurian dan diamankan ke Mapolsek Cibogo.