FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Apakah Yana Sumedang Bisa Dijerat Pidana Karena Lakukan Pembohongan Publik?





SUBANG, TINTAHIJAU.com - Sempat bikin heboh dan sibuk sejumlah aparat, Yana Sumedang alias Yana Supriatna (40) berakhir di Kantor Polisi dengan panen cacian dari para netizen +62.

Yana Sumedang dimintai keterangan, apa motif di balik aksi nyelenehnya dengan membuat seolah-olah dirinya hilang misterius di kawasan Cadas Pangeran, Sumedang, Jawa Barat.

Setelah melakukan 'Prank' ke seluruh warga tanah air, apakah Yana bisa dijerat dengan pidana?

Disebutkan, bahwa voice note atau informasi seperti yang disebar oleh Yana Sumedang melalui istrinya termasuk informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik sebagaimana yang terdapat dalam Pasal 1 angka 1 dan angka 4 UU 19/2016:

Pasal 1 angka 1 UU 19/2016:

Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

Pasal 1 angka 4 UU 19/2016

Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

BERITA TERKAIT:
Begini Kronologis Lengkap Yana Sumedang, Pria yang Menghilang di Cadas Pangeran
Fakta di Balik Hebohnya Yana Sumedang yang Dikabarkan Hilang Misterius di Cadas Pangeran
Pria yang Hilang di Cadas Pangeran Ditemukan di Cirebon, Polres Sumedang Akan Periksa Yana
Bikin Merinding, Rekaman Voice Note Pria yang Hilang di Cadas Pangeran Sumedang Beredar

Sedangkan pasal yang mengatur mengenai penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik (video) diatur dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE sebagai berikut:

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Ancaman pidana bagi orang yang melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE ini diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016, yang berbunyi:

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Kesimpulan:  Nge-prank membuat korban menjadi malu dapat dijerat dengan pidana atas pencemaran nama baik berdasarkan Pasal 27 ayat (3) UU ITE jo. Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016.

Tetapi perlu diingat bahwa agar dapat dijerat pidana, korban harus melakukan pengaduan karena ketentuan penghinaan atau pencemaran nama baik dalam UU 19/2016 merupakan delik aduan.

Sumber: DeskJabar | Foto: Ist.

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pemkab Majalengka Kembali Guyur Kadeudeuh untuk Atlet Berprestasi di Peparnas XVI Papua 2021 https://t.co/nY2WzHqMWF
Daftar 5 Game VR Terbaik yang Dirilis Mulai Desember https://t.co/Hrrj9xmYNu
Kabar Gembira, Ini Daftar Hari Libur di Bulan Desember 2021 https://t.co/Vc2WjQKAzf
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter