FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Kabar Buruk! Produksi Garam Dalam Negeri Kini Sedang Tidak Baik-baik Saja

Indeks Artikel





SUBANG, TINTAHIJAU.com -  Musim kemarau basah sepanjang tahun ini menyebabkan panen garam rakyat kurang optimal. Diprediksi produksi garam nasional turun di tahun ini.

Direktur Jasa Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Miftahul Huda menerangkan, hujan yang masih terus mengguyur sejumlah sentra produksi garam menyebabkan panen garam terhambat.

Panen garam di kondisi normal, berlangsung pada periode Juli-November. Namun, akibat pengaruh cuaca, masa panen garam diperkirakan berlangsung lebih singkat.

“Produksi garam pasti tergantung dari kondisi musim,” kata Huda, Selasa (7/9/2021), seperti dikutip dari Kompas.id.

BACA JUGA:
Ada Petrochemical di Indramayu, Emil: Masa Depan Sangat Cerah

Menurut data dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebutkan, produksi garam nasional tahun 2021 diperkirakan 2,1 juta ton. Sedangkan kebutuhan garam nasional diperkirakan 4,67 juta ton.

Tahun 2020, produksi garam nasional tercatat 1,36 juta ton. Adapun total luas lahan produksi garam berkisar 21.000-22.000 hektar.

Diketahui pemerintah berencana mengimpor 3,07 juta ton garam industri tahun ini. Angka tersebut naik ketimbang tahun lalu yang sebanyak 2,7 juta ton.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kenali Mitos-Mitos Seputar Kontrasepsi yang Tidak Boleh Anda Percaya https://t.co/ipPKujbNKu
Tiga Pejabat Posisi Vital di Lingkungan Pemkab Subang Pensiun https://t.co/4I5brX59KS
Jose Mourinho Kritik Kinerja Wasit Saat Roma Takluk dari Lazio https://t.co/P45dzDT5d6
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter