FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Belum Punya Momongan, Pasangan Suami Istri Coba Lakukan Cara Ini

Indeks Artikel



Infertilitas dapat menghambat pasangan untuk memiliki momongan. Menurut WHO, infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk hamil atau mempertahankan kehamilan. Penyebabnya bisa berasal dari salah satu pasangan, baik pria atau wanita, maupun keduanya.

Kondisi ini ditandai dengan kesulitan hamil setidaknya sudah lebih dari satu tahun. Pasangan perlu berkonsultasi pada ahli untuk mendiagnosis sekaligus mengidentifikasi penyebab infertilitas.



Cara Mendiagnosis Masalah Infertilitas

Jenis pemeriksaan untuk mendiagnosis infertilitas pada wanita dan pria bisa berbeda. Berikut jenis-jenis pemeriksaanya yang dikutip dri halodoc:


1. Diagnosis infertilitas pada pria

Dokter mengawalinya dengan bertanya seputar riwayat kesehatan lalu melanjutkannya ke pemeriksaan fisik. Pemeriksaannya dapat meliputi:

  • Analisis air mani. Sampel air mani dapat diperoleh melalui masturbasi atau menggunakan kondom selama hubungan seksual. Lewat sampel tersebut, jumlah, betuk, dan pergerakan sperma diamati. Jika analisis sperma hasilnya normal, dokter biasanya akan merekomendasikan pengujian pada wanita.
  • USG skrotum untuk membantu dokter mendeteksi varikokel atau masalah lain pada testis dan struktur pendukungnya.
  • Tes darah untuk mengukur tingkat testosteron dan hormon lainnya.
  • USG transrektal untuk memeriksa prostat dan mencari sumbatan  saluran yang membawa air mani.
  • Tes hormon guna mendeteksi kelainan pada sistem hormonal atau organ lain yang menyebabkan infertilitas.
  • Urinalisis setelah ejakulasi, yaitu mendeteksi kandungan sperma dalam urine setelah ejakulasi. Tujuannya untuk mendeteksi apakah sperma berjalan mundur ke dalam kandung kemih atau keluar penis saat ejakulasi (ejakulasi retrograde).
  • Tes genetik untuk mendeteksi perubahan kromosom Y atau tanda-tanda kelainan genetik lainnya.
  • Biopsi testis, yaitu pengambilan sampel dari testis dengan jarum. Jika hasil biopsi testis menunjukkan produksi sperma normal, kemungkinan masalahnya adalah penyumbatan atau masalah lain pada pengangkutan sperma.
  • Tes fungsi sperma khusus untuk memeriksa seberapa baik sperma bertahan setelah ejakulasi, seberapa baik  dapat menembus sel telur dan apakah ada masalah yang menempel pada sel telur.

 

2. Diagnosis pada wanita