FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Pemerintahan

  1. Eksekutif
  2. Legislatif
  3. Politik
  4. Pendidikan

Megapolitan

  1. Peristiwa
  2. Ekbis
  3. Ragam
  4. Hukrim

Rekreasi

  1. Kuliner
  2. Wisata
  3. Hotel
  4. Tips

Milenial

  1. Ototekno
  2. Kesehatan
  3. Keluarga
  4. Hijrah

Entertainment

  1. Selebriti
  2. Fashion
  3. Seksologi
  4. Musik & Film

Indeks Artikel






5. Perilaku retensi dalam suatu hubungan

Salah satu penyebab terjadinya KDRT adalah proses pemikiran bahwa kekerasan dapat membantu menyelamatkan perkawinan. Banyak pasangan melakukan KDRT karena mereka pikir ini adalah satu-satunya cara untuk mempertahankan pasangannya.


6. Faktor budaya

Ketika dua orang dari budaya yang berbeda memutuskan untuk menikah, mereka seringkali abai untuk mengenal budaya satu sama lain. Awalnya mungkin tampak menarik, tetapi seiring waktu, perbedaan ini bisa memicu KDRT. Budaya suami mungkin tampak tepat dan dihargai di tempatnya. Namun, di tempat lain, budaya tersebut bisa terasa menyimpang.




7. Pembelaan diri

Tak sedikit seseorang yang menggunakan kekerasan sebagai tanggapan atas pelecehan dari pasangannya. Artinya, jika satu pasangan menggunakan segala bentuk kekerasan, yang lain dapat mencerminkan hal yang sama. Menggunakan kekerasan hanya dapat dibenarkan ketika pasangan tidak memiliki cara lain untuk membela diri.


8. Alkoholisme

Penggunaan alkohol dan obat-obatan juga dapat menyebabkan terjadinya dan KDRT. Bahkaan, sebagian besar KDRT disebabkan oleh masalah alkoholisme. Pasalnya, pengaruh alkohol bisa mengubah perilaku, membuat suasana hati tidak stabil, sulit berkonsentrasi hingga sukar menilai suatu keadaan.
Jenis-Jenis Tindakan KDRT

Kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti:

  • Kekerasan seksual seperti pemerkosaan, perilaku yang merendahkan, perselingkuhan, atau eksploitasi.
  • Isolasi anggota keluarga, seperti melarang bertemu keluarga, teman, atau menghadiri acara sosial.
  • Kekerasan fisik seperti menendang, memukul, menyundut, melakukan percobaan pembunuhan atau pembunuhan
  • Menghilangkan kebebasan dengan mengendalikan pilihan anggota keluarga
  • Kekerasan psikis yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya hingga penderitaan psikologis.
  • Pasangan mengendalikan penuh atas pengeluaran dan pendapatan atau menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak penting.
  • Kekerasan verbal seperti menggunakan kata-kata untuk mengancam, menyalahkan atau merendahkan anggota keluarga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.