FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

8 Faktor yang Sering Memicu KDRT, Dua Diantaranya Nikah Muda dan Pendidikan

Indeks Artikel



SUBANG, TINTAHIJAU.COM -Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) digambarkan sebagai perbuatan negatif terhadap anggota keluarga sehingga menimbulkan penderitaan fisik, seksual, psikologis dan ekonomi. Meski bisa menimpa anak, orang tua dan anggota keluarga lainnya, persoalan ini sering terjadi pada pasangan, baik istri maupun suami.

Ada banyak faktor yang melatarbelakangi KDRT. Perselingkuhan adalah satu diantara lainnya. Masalah mencuat ketika seseorang percaya bahwa pasangannya berselingkuh dan menganggap kekerasan sebagai solusinya. Beberapa faktor pemicu lainnya, yaitu:




1. Masalah mental

Kecemasan, depresi, ketergantungan obat, gangguan kepribadian antisosial, dan skizofrenia bisa membuat hubungan keluarga tidak stabil. Jika tidak segera ditangani, kekerasan terhadap anggota keluarga bisa menjadi konsekuensinya.


2. Kemiskinan dan pengangguran

Masalah finansial tentu amat mempengaruhi kesejahteraan sebuah rumah tangga. Hal ini lah yang bisa menjadi pencetus utama terjadinya KDRT. Memprihatinkannya lagi, korban kekerasan seringkali tidak memiliki sarana untuk melarikan diri dari situasi tersebut.


3. Pendidikan

Di seluruh dunia, pendidikan bisa membuat perbedaan besar dalam tingkat KDRT. Hal tersebut berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam aspek-aspek berumah tangga. Mereka yang berpendidikan rendah cenderung membuat keputusan-keputusan yang kurang matang dan kurang mampu mengendalikan emosi.


4. Menikah di usia muda

Individu yang menikah di usia muda cenderung belum punya keterampilan yang mumpuni dalam mengasuh anak. Akibatnya, mereka rentan mengalami agresi, amarah, frustrasi hingga depresi.