FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Mengenal Generasi Alpha dan Cara Mendidiknya di Era Teknologi




SUBANG, TINTAHIJAU.COM - Era teknologi tak bisa dihalangi, tak bisa dicegah, begitupun dengan anak yang disebut sebagai generasi Alpha, istilah tersebut, mengacu pada sekelompok individu yang lahir antara tahun 2010 sampai 2025. Ini adalah generasi setelah gen Z, seperti dikutip dari aecf.org.



Teknologi harus di fahami dan diikuti, gernerasi alpa misalnya, harus diberikan pendidikan yang tepat untuk tetap produktip. Karena, era teknologi bagi generasi alpha memerlukan bimbingan yang pas.

Anak-anak di generasi Alpha adalah generasi pertama yang lahir sepenuhnya di abad ke-21. Mereka dimanjakan dengan kecanggihan teknologi dan beberapa dari mereka merupakan generasi pertama yang mengalami masa kanak-kanak dini yang mengalami pandemi virus corona.



Sehingga dapat dikatakan generasi Alpha ini menjadi generasi yang terjebak terlalu lama di rumah. Dan mungkin saja beberapa dari generasi Alpha ini kehilangan sosialisasi karena lama tidak dapat berkegiatan di luar rumah selama pandemi.

Baca Juga:
Peringati Hari Guru Nasional, Bupati Majalengka: Pendidikan Antikorupsi Akan Diajarkan di Sekolah
Ditengah Keterbatasan Belajar Daring, Kemkominfo Apresiasi Guru



Generasi Alpha berada dalam rentang usia nol sampai 10 tahun. Walaupun banyak yang masih bayi, tetapi yang paling tua kelas 5 SD.

Membandingkan statistik generasi Alpha dengan generasi Z seperti halnya anggota grup itu sendiri. Akan tetapi dari segi keunggulan teknologi, anak-anak generasi Alpha memiliki keunggulan utama.

Dilansir dalam Inquirer Net, generasi Alpha tidak memiliki gambaran tentang 'normal lama' dan 'normal baru'. Apa yang mereka alami saat ini menjadi satu-satunya hal normal yang mereka ketahui.

Kedekatan orang tua perlu mengadakan kegiatan bermain dengan anak meskipun secara virtual untuk dapat bersosialisasi dalam kondisi pandemi. Durasi playdate atau bermain tidak boleh terlalu lama dan tentu kegiatan ini harus direncanakan sebelumnya.

Sehingga memungkinkan ketika keadaan sudah kembali normal, anak-anak bisa dengan mudah beradaptasi seperti yang dilakukan anak-anak pada umumnya.

Salah satu cara mendidik anak-anak adalah dengan memperbanyak aktivitas fisik, melatih kemandirian, serta fokus pada pembelajaran. Sehingga anak-anak memiliki kemampuan berlatih tanpa harus orang tua ikut mengerjakan. Karena kita ingin anak-anak tetap fokus pada proses bukan nilai.

 

 Sumber | Foto

FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Pasca Ghozali Everyday Viral, Platform NFT Dipakai Jualan Cilor dan Lemari https://t.co/vs6AOLqUhE
Inilah Dua Nama Kandidat yag Disebut-sebut Bakal Jadi Pelatih Persib, Siapa Saja Mereka? https://t.co/I5SVsqJivY
Viral, 6 Desa di Sumedang Dijarah Ribuan Monyet Liar https://t.co/g47SPnZfSg
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter