FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Inilah Tata Cara Menyusui Jika Ibu Tertular COVID-19




SUBANG, TINTAHIJAU.com - ASI memberikan perlindungan terhadap banyak penyakit pada bayi. Itulah mengapa disarankan bagi para ibu untuk menyusui bayinya, minimal hingga bayi berusia 6 bulan (ASI eksklusif).
 
Para ahli kesehatan mengatakan, ibu sakit juga boleh menyusui bayinya. Namun ada beberapa penyakit pada ibu yang tidak mendukung pemberian ASI, yakni ibu yang sedang menjalani kemoterapi karena kanker. Lantas bagaimana dengan ibu yang terinfeksi virus korona?
 
Unicef.org menuliskan di situsnya, ASI tidak berperan secara signifikan dalam penularan virus pernapasan –Coronavirus, Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-Cov), dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov) merupakan virus yang mengganggu sistem pernapasan manusia. Di situs Centers of Disease Control and Prevention (CDC) AS juga dituliskan, dalam studi terbatas yang dilakukan pada wanita dengan COVID-19 dan infeksi coronavirus lain (SARS-CoV), virus ini belum terdeteksi dalam ASI. Namun meski demikian, belum diketahui juga apakah ibu dengan COVID-19 dapat/tidak menularkan virus ini melalui ASI.

BACA JUGA:
Inilah Panduan Lengkap Jika Si Kecil Terpapar COVID-19
Psikolog Subang Ungkap Dampak Pandemi Covid-19 untuk Anak
10 Tips Mencegah Anak Kecanduan Gadget Saat Pandemi Covid-19

Jika Anda tidak yakin dan mengalami gejala demam, batuk, atau kesulitan bernapas, lebih baik segera mencari perawatan medis dan mengikuti instruksi dari penyedia layanan kesehatan. Namun jika demam atau flu berlanjut dan petugas kesehatan mengatakan Anda negatif COVID-19, CDC merekomendasikan ibu untuk terus menyusui bayinya dengan memperhatikan tindakan pencegahan penyebaran virus kepada bayi.

Mengenai hal ini, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Indonesia (PP IDAI) mengeluarkan rekomendasinya:

- Mengenakan masker.
- Mencuci tangan sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi.
- Rutin membersihkan area permukaan payudara tempat terjadinya kontak
- Inisiasi menyusu dini (IMD) diupayakan tetap dilakukan sambil melakukan upaya pencegahan penularan infeksi. Caranya konsultasikan dengan petugas kesehatan.
- Apabila ibu tidak mampu menyusui langsung (karena penyakitnya), pemberian ASI perah dapat dibantu oleh anggota keluarga lain dengan tetap melakukan upaya pencegahan infeksi (mencuci tangan terlebih dahulu dan menggunakan masker).
- Bersihkan dengan mensterilkan alat-alat seperti alat pompa, botol, dll.

Namun bila ibu mengalami gejala yang berat, pemberian ASI perah lebih disarankan. Orang dewasa yang dititipi untuk merawat bayi harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Sumber: AyahBunda | Foto: Ilustrasi/Pexels



FOLLOW SOCMED:
FB & IG: TINTAHIJAUcom
IG & YT: TINTAHIJAUcom
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.



TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Kenali Mitos-Mitos Seputar Kontrasepsi yang Tidak Boleh Anda Percaya https://t.co/ipPKujbNKu
Tiga Pejabat Posisi Vital di Lingkungan Pemkab Subang Pensiun https://t.co/4I5brX59KS
Jose Mourinho Kritik Kinerja Wasit Saat Roma Takluk dari Lazio https://t.co/P45dzDT5d6
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter