FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Hijrah, Dari TPA ke TPU

Indeks Artikel

Kian hari, Subang dibelit berbagai masalah yang menuntut penyelesaian segera. Masalah yang berkutik masalah kebijakan, menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Subang.

Dua dari masalah yang membelit Kabupaten yang saat ini lepas landas menuju industrialisasi itu adalah soal Sampah dan Pemakaman.

Masalah sampah ini muncul setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di daerah Panembong, Kelurahan panembong sudah over capacity. TPA Panembong dengan luas sekitar 5 hektare itu sudah tak memadai dan perlu ada tempat baru penggantinya.

Mengingat setiap harinya, TPA di sana harus menerima sampah di Kabupaten Subang mencapai 181 ton per hari. Masalah sampah ini memunculkan masalah. Bukan saja, berdampak pada sampahnya itu sendiri, tapi sampah yang ada di Panembong itu berkontribusi banjir yang terjadi di Pantura beberapa waktu lalu.

Publik akhirnya mendesak Bupati Subang untuk mempercepat mencari solusi atas masalah ini. Bupati Subang H Ruhimat mengambil keputusan. Pria yang disapa Jimat itu memanfaatkan lahan PTPN di daerah Jalupang, Kalijati, Subang sebagai penggantinya.

Namun ini belum tuntas, mengigat TPA di Jalupang butuh waktu untuk digunakan secara ideal. Karena sejumlah proses harus dilalui, untuk mencegah dampak dari sampah.

Bukan hanya masalah administrasi, masalah anggaran yang tidak kecil juga menjadi salah satu faktor. Informasi yang diterima, untuk membuat TPA ideal, butuh biaya ratusan juta.

Tapi, Bupati Ruhimat mengintruksikan, sampah yang diambil ambil dari sejumlah daerah di Kabupaten Subang, harus sudah dibuang ke daerah Jalupang.

Anggaplah, masalah TPA selesai. Di depan mata permasalahan yang menuntut penyelesaian adalah soal TPU atau tempat pemakaman umum. Ini dipicu TPU yang ada di Subang Kota, sebut saja TPU Wessel sudah over capacity.

Warga Karanganyar, sejak 2018 sudah berjuang keras mendesak Pemkab segera mencari lahan lain guna dijadikan TPU. Sebab di kalangan masyarakat, muncul candaan, hanya di Wessel ada liang lahat bertingkat.