FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Subang Defisit Anggaran, Maca Cih?

Indeks Artikel



Dalam beberapa pekan lalu, Pemkab Subang gaduh soal defisit anggaran. Kondisi ini yang pada akhirnya Pemkab memilih tidak mengambil hak untuk melaksanakan Pembahasan APBD Perubahan di tahun berjalan.

Dalam beberapa kesempatan Ketua TAPD Asep Nuroni bilang defisit anggaran Pemkab itu sekitar Rp188 miliar rupiah. Kondisi inipun direspon oleh Anggota DPRD Ujang Sumarna. Dia mencurigai defisit itu salah satunya disebabkan karena pemkab tidak cerdas membaca peluang PAD.

Di tengah klaim defisit dan debat masalah defisit, ada hal yang menarik dari obrolan sederhana, yang kemudian berpangkal pada dua pertanyaan: Betulkah Subang Defisit? dan siapa yang berhak memvonis satu daerah itu defisit?





BACAAN LAINNYA
Yang Ada dan Tiada di Pemerintahan 'Subang Jawara'
APBD Perubahan dan Titik Nol Perubahan
Hijrah, Dari TPA ke TPU

Kalau membaca literasi, dalam teorinya Defisit anggaran merupakan selisih antara anggaran pendapatan dengan anggaran belanja yang nilainya negatif.

Jika saja kita mengamini teori itu, kemudian kita menarik ke belakang, defisit anggaran ini bukan terjadi sekarang saja. Tapi hampir terjadi setiap tahunnya. Hanya saja yang membedakan adalah nominal atau rupiahnya.

Hampir setiap tahun dan setiap daerah, dalam menyusun anggaran sering kali ada yang namanya defisit. Maka kemudian, alibi pemerintah untuk menutupi kekurangaan itu dengan memanfatkan silpa atau sisa lebih pembiayaan anggaran.