FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Yang Ada dan Tiada di Pemerintahan 'Subang Jawara'

Indeks Artikel



Pemerintahan Kabupaten Subang di bawah Kepemimpinan Ruhimat dan Agus Masykur sudah berjalan tiga tahun.

Dalam membangun daerah, Pemerintahan ini mengusung Program Jawara atau Jaya, Istimewa dan Sejahtera. Ada sembilan poin dalam program yang digagas banyak akademisi dan praktisi tersebut.

Kesembilan jawara itu meliputi Jawara Nata (membidangi penataan ruang, perumahan dan permukiman, Infrastruktur, serta perhubungan), Jawara Niaga (membidangi industri, perdagangan, koperasi dan UMKM dimpimpin), Jawara Wisata (Membidangi pariwisata, seni dan budaya), Jawara Raga (Membidangi kependudukan, ketenagakerjaan, sosial dan kesehatan).

Berikutnya ada Jawara Daya (Membidangi keagamaan dan pendidikan),  Jawara Miara (membidangi perikanan dan peternakan), Jawara Pakaya (Membidangi pertanian, perkebunan dan kehutanan), Jawara Riksa (Membidangi lingkungan hidup, pertambangan dan energi) dan Jawara Nagara (membidangi reformasi birokrasi dan hukum).

Program Jawara ini selanjutnya menjadi tagalin pemerintah yang mengklaim Jimat Akur. Jawara ini kemudian menjadi semboyan atua Salam Kabupaten Subang di acara resmi. Salam Subnag dimaaksud adalah: Rakyat Subang, (dijawab) Gotong Royong, Subang (dijawab) Jawara.

Membaca Program Sembilan Jawara, adalah jawaban ideal dari semua harapan masyarakat Subang. Setidaknya hadirnya jalan mulus, pelayanan publik ekstra joss dan ketersedian lapangan kerja yang tidak diskriminasi.

Lalu, bagaimana progres di tahun ketiga pemerintahan Subang Jawara?