Teknologi

Sumrize, Startup AI Asal Subang Indonesia yang Ubah WhatsApp Jadi Asisten Kerja Pintar

×

Sumrize, Startup AI Asal Subang Indonesia yang Ubah WhatsApp Jadi Asisten Kerja Pintar

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), startup asal Subang Indonesia, Sumrize, hadir membawa pendekatan yang berbeda.

Alih-alih membangun aplikasi yang rumit dan membutuhkan proses adaptasi panjang, Sumrize justru memilih platform yang sudah akrab digunakan masyarakat sehari-hari: WhatsApp.

Melalui layanan berbasis AI yang terintegrasi langsung dengan WhatsApp, Sumrize memungkinkan pengguna mengakses kemampuan kecerdasan buatan hanya melalui percakapan sederhana. Tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan, pengguna cukup mengirim pesan seperti berbicara dengan teman untuk mendapatkan berbagai bantuan berbasis AI.

Startup yang berada di bawah naungan PT Sumrize Teknologi Cerdas ini mengusung visi menghadirkan teknologi yang lebih mudah diakses, lebih relevan, dan terasa lebih manusiawi bagi kehidupan sehari-hari.

AI yang Hadir di Tengah Percakapan Sehari-hari

Sumrize menghadirkan asisten virtual bernama Rizz AI. Melalui layanan ini, pengguna dapat meminta berbagai bantuan secara instan, mulai dari merangkum dokumen panjang, memahami isi voice note, membaca gambar, hingga merangkum konten dari YouTube, TikTok, maupun Instagram hanya dengan mengirimkan tautan.

Tak hanya itu, pengguna juga dapat membuat gambar, video pendek, hingga dokumen PDF langsung dari percakapan WhatsApp. Pendekatan ini membuat teknologi AI terasa lebih praktis dan mudah digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja kantoran, kreator konten, UMKM, hingga komunitas.

“Filosofi kami sederhana, teknologi tidak harus rumit. Kami ingin AI hadir di tempat di mana percakapan sehari-hari terjadi,” tulis tim Sumrize dalam keterangannya.

Menjawab Masalah Informasi yang Tenggelam di Grup Chat

Salah satu fitur unggulan Sumrize adalah Connector, yakni sistem yang mampu merangkum percakapan grup WhatsApp secara otomatis. Fitur ini dapat mendeteksi berbagai poin penting dalam percakapan grup seperti keputusan rapat, tugas yang harus ditindaklanjuti, pertanyaan yang belum terjawab, hingga topik utama yang sedang dibahas.

Kehadiran fitur tersebut menjadi solusi bagi banyak organisasi dan perusahaan yang kesulitan mengikuti derasnya arus percakapan dalam grup kerja modern.

Di era digital saat ini, banyak keputusan penting justru lahir dari percakapan informal di platform chat seperti WhatsApp, Slack, Discord, maupun Telegram. Namun, platform tersebut sejatinya tidak dirancang sebagai alat dokumentasi kerja. Akibatnya, banyak informasi penting tenggelam di antara ribuan pesan yang terus bergerak setiap hari.

Melihat persoalan tersebut, Sumrize hadir sebagai “lapisan memori” atau memory layer yang membantu tim kerja modern mengelola pengetahuan dan konteks percakapan secara otomatis menggunakan teknologi Large Language Models (LLM).

Integrasi Mudah dan Praktis

Untuk menggunakan layanan ini, pengguna cukup menghubungkan grup obrolan ke dasbor Sumrize, lalu menentukan jadwal rangkuman otomatis sesuai kebutuhan.

Selanjutnya, sistem akan mengirimkan ringkasan percakapan secara proaktif langsung ke akun WhatsApp pengguna.

Selain menerima rangkuman otomatis, pengguna juga bisa bertanya langsung kepada Rizz AI mengenai hasil rapat, perkembangan tugas, hingga tindak lanjut dari diskusi tertentu tanpa harus menggulir ribuan pesan lama secara manual.

Didukung Teknologi Global

Meski tampil sederhana di sisi pengguna, Sumrize dibangun menggunakan dukungan teknologi berskala global.

Platform ini menggunakan infrastruktur dari Azure OpenAI, Google Vertex AI, NVIDIA, serta perlindungan keamanan Cloudflare Enterprise untuk memastikan layanan berjalan cepat, aman, dan stabil.

Dari sisi pengembangan ekosistem startup, Sumrize juga mendapatkan dukungan dari berbagai program teknologi dunia seperti Google for Startups, Microsoft for Startups Founders Hub, NVIDIA Inception Program, Cloudflare for Startup, Atlassian Startup, hingga Infobip Startup Tribe.

Catat Traksi Positif dan Pengakuan Nasional

Meski masih berada pada tahap awal pengembangan, Sumrize mulai menunjukkan pertumbuhan yang cukup menjanjikan.

Hingga saat ini, platform tersebut diklaim telah mengirimkan lebih dari satu juta rangkuman kepada pengguna, memiliki lebih dari 600 konektor obrolan aktif, serta mencatat lebih dari 300 pengguna aktif harian.

Tak hanya itu, Sumrize juga mulai menjalankan sejumlah proyek uji coba tingkat perusahaan (enterprise pilot project) untuk menguji kebutuhan operasional dalam skala besar.

Prestasi tersebut turut membawa Sumrize meraih Juara III dalam ajang NextDev 11 Telkomsel tahun 2026 serta terpilih sebagai delegasi startup Indonesia dalam ASEAN Startup Summit 2025.

Dipimpin Anak Muda Indonesia

Di balik pengembangannya, Sumrize dipimpin oleh tim muda yang berasal dari berbagai latar belakang industri teknologi.

Jajaran manajemen tersebut terdiri dari Alfyan Saputra sebagai CEO, Fajar Ajie sebagai COO, Alwan Putra sebagai CTO, M. Zulhansyah sebagai CMO, Pande Khrisna sebagai CFO, serta Asep Rojali sebagai CPO.

Mereka menilai perubahan pola kerja modern yang semakin bergantung pada percakapan digital akan terus berkembang di masa depan.

“Kami membangun solusi ini bukan sekadar mengikuti tren AI sesaat, tetapi untuk menjawab perubahan perilaku kerja jangka panjang,” ungkap tim Sumrize.

Dengan model bisnis berbasis langganan personal maupun organisasi, Sumrize optimistis dapat memperluas penggunaan teknologi AI mereka ke berbagai sektor, mulai dari logistik, agensi kreatif, perusahaan teknologi, hingga komunitas dan organisasi besar di Indonesia maupun Asia Tenggara.