FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Rusmanah, Jalan Kaki Puluhan Kilo Demi Nafkah Anak

TINJAU SUBANG- Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Rumanah (65) warga kampung Kaliwadas, Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang, masih tetap berjibaku untuk  menghidupi keluarganya. Ia menjual Kecimpring, makanan sejenis kerupuk yang terbuat dari singkong.

Meski usianya renta, namun semangat Rumanah tidak kalah dengan anak muda. Setiap harinya ia menjajakan dagangannya dari Purwadadi hingga Subang Kota. Hebatnya lagi, ia harus berjalan kaki dan menghiraukan terik panas. Bahkan, Kabupaten Purwakarta dan Karawang pujn ia singgahi.

"Sekarang mah sudah tua, paling jualanya di wilayah Subang saja. Sudah 15 tahun saya dagang seperti ini," ujar Rumanah, Jumat (7/11/2014).

Dalam sehari, Rusmanah hanya mampu membawa 40 bungkus Kecimpiring. Untuk sebungkusnya Rp6000. Dari setiap bungkus, Rusmanah hanya mengambil untung Rp1.000. "Ya kalau laku semua Alhamdulillah sehari dapat Rp40.000 kalau sepi ya namanya juga jualan," katanya.

Rusmanah, mengaku terpaksa menjalani aktivitasnya ini demi menghidupi keluarganya. Maklum saja, kondisi suamainya  sudah tidak bisa lagi bekerja karena sakit yang dideritanya. Buat Rusmanah, menjajakan Kecimpring danm dengan jalan kaki, lebih terhormat ketimbang harus meminta-meminta atau mencuri. "Tidak jualan berati kami tidak bisa makan, dari pada minta- minta apalagi nyolong lebih baik kami jualan, jualan kan lebih halal," paparnya.

Meski untungnya tidak besar, Rusmanah mengaku bangga. Sebab, dari usahanya itu ia bisa membiayai pendidikan kedua anaknya sampai ke tingakat SMA. Ia berharap, kedua putranya itu bisa belajar dengan sungguh-sungguh dan menjadi "orang".

"Tugas kita ini adalah mau berperoses dengan tetap setiap proses tersebut disandarkan semata-mata untuk ibadah, jadi apapun yang dilakoni tidak akan merasa kecewa," katanya.

Dengan kondisinya yang renta, dan secara fisik mengalami penurunan, ia berharap, pemerintah mensuport dana. Ia memimpikan bisa menjalankan usahanya itu dari depan rumah, atau warung.

"Kalau pemerintah ngebantu saya, tentunya saya akan buka warung dihalaman rumah, supaya tidak keliling seperti ini. Saya juga berharap pemerintah bisa hadir di rakyat yang senasib dengan saya ini," pungkasnya. [annas nashrullah]

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

 

Berita lain terkait klik di sini


TINTAHIJAU CHANNEL
Banner Kanan 1

Twitter Update

Inilah Daftar Korban Keracunan Makanan di Majalengka https://t.co/Hd04Kfui4l
Posisi Empat Kepala Dinas di Subang Akan Dilakukan Open Bidding https://t.co/kiy4DA7oA1
Jumlah Korban Keracunan Makanan di Majalengka Terus Bertambah https://t.co/4FUHmaYxeO
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page