FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Nurul Mumin, Caleg Jomblo yang Jadi Legislator Subang


Mu'min, pria kelahiran Subang pada 31 Maret 1984 ini lahir dari keluarga petani. Ia merupakan anak ke-2 dari dari dua bersaudara. Ayahnya, Sunadi sehari-hari bekerja sebagai petani. Sementara ibunya, Imas Masamah, sejak ia duduk di kelas 2 SD sudah meninggal dunia.

Baik Mu'min maupun Fatonah (kakanya) hidup dan dibesarkan dari hasil pertanian. Namun begitu, tidak menghalangi mereka untuk berpendidikan lebih tinggi. Maklum saja, keluarga ini memiliki fanatisme terhadap pendidikan. Dengan biaya seadanya, baik Mumin maupun kakanya, Fatonah kini sudah menyandang gelar Sarjana dari daerah Jogjakarta.

Namun siapa sangka nasib baik berpihak kepada Mu'min. Setelah pada 2009 lalu ia menjadi timses salah satu Caleg, pada 2014 ini ia maju sendiri. Hebatnya, sekali mencalonkan, pria jebolan Fakultas Hukum Universitas Cokro Aminoto Jogjakarta itu langsung terpilih dan menyisihkan rivalnya, yang secara ekonomi lebih jauh mumpuni.

Mu'min berhasil memeperoleh 4396 suara di dapil 6 (Pagaden Barat, Pagaden, Cipunagara dan Compreng) yang merupakan dapil neraka. "Saya dapat 4.396 suara alhamdulillah ini mengatarkan saya ke gedung DPRD," kata Mu'min saat berbincang dengan TINTAHIJAU.com di RM Iga Bakar Kaisar, Jl. Penglejar, Subang.

Mumin tidak banyak mengeluarkan dana seperti calon lainnya. Ia mengaku hanya menyiapkan Rp120 juta untuk kebutuhan sosialisasi dan belanja alat peraga kampanye. Dana itu berasal hasil penjualan ayam, usaha yang lama ia geluti. Buat Mumin, kemenangan bukan bicara modal rupiah, tapi soal "berinvestasi" ke rakyat. Iapun sudah lakukan itu sejak sejak 3 tahun lalu dengan kegiatan sosial di daerahnya.

Dengan kapasitasnya sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Pagaden Barat, jauh-jauh hari Mumin sudah menyapa warga. Sejumlah kegiatan sosial sudah ia lakukan. Salah satu yang menjadi fokus Mumin saat itu adalah masalah pemberdayaan pemuda dan ekonomi kerakyatan.

Usaha Agrobisnis (ternak ayam dan lele), bengkel, cuci steam, service elektronik dan jasa sewa sound system dan perlengkapan hajatan lainnya, ia ciptakan untuk kegiatan ekonomi warga setempat. Kontribusi itu, ia yakini yang menjadi faktor penentu kemenangannya pada Pileg lalu.

Tidak hanya lapangan kerja, Mu'min-pun membuka kesempatan untuk belajar anak-anak. Salah satunya dengan membuka kelas jauh bekerjasama dengan sekolah lain. Bahkan saat ini lembaga pendidikan yang ia kelola sudah mandiri, atau berdiri sendiri yang ia pimpin. "Saya melihat warga sudah cerdas. Mereka sudah punya kriteria tersendiri untuk memilih, seperti kontribusi, prilaku bagus. Kalau ini sudah kita lakukan, apapun iming-imingnya dari calon lain akan sulit dibendung," tegasnya.

Selain bergerak di aksi sosial, Mumin yang ditempa dan disepuh selama 5 tahun di candra dimuka Jogja tidak melupakan daya kritisnya. Ia bersama rekannya membentuk LSM Brantas atau Barisan Relawan untuk Aksi Sosial dengan mengangkat isu-isu kerakyatakn seperti kesehatan, pendidikan, kegiatan sosial.

Modal itulah yang membuat Mumin pede maju sebagai caleg. Hasilnyapun tidak meleset, ia didaulat oleh warganya sebagai wakil rakyat periode ke depan di tengah-tengah persaingan modal antar caleg yang cukup fantastis. Dari sini ia meyakini, uang bukan jadi penentu kemenangan. "Kekalahan mereka karena kurang investasi, mereka datang itu saat ada butuh. Karena mereka beruang, mereka datang dengan ego uang mereka,"
tandasnya.

Mumin kini tinggal menunggu waktu pelantikan sebagai anggota wakil rakyat terhormat. Jika harus memilih, Mu'min mengaku dirinya memilih Komisi C bidang pembangunan. Alasannya, di Komisi itu dia akan sangat mudah "terlihat" dalam pengawasan infrastruktur khususnya jalan raya yang menjadi mimpi 1,5 juta rakyat Subang.

"Tugas DPRD itu melakukan pengawasan, legislasi, dan keuangan. Meski latar belakang saya hukum, saya tertarik di komisi C, karena ril masyarakat butuh tentang infrastruktur, dan mimpi masyarakat itu insya allah akan saya beli utk direalisasikan," jelasnya.

Jika resmi jadi anggota DPRD, Mumin akan melakukan pemberdayaan pemuda. Alasannya karena sejatinya pemuda memiliki potensi, hanya tidak diakomodir potensi mereka, alhasil yang terjadi mereka terjerumus ke hal2 negatif atau kriminalitas. PR berikutnya adalah masalah pereknomian yang mengarah kesejhateraan masyarakat dengan meningkatkan potensi alam di masing-masing daerah.

Ngomong-ngomong, Mumin bakal jadi anggota DPRD termuda. Tidak hanya termuda iapun bakal jadi satu-satunya anggota yang jomblo atau tidak berpasangan (nikah). Ia mengilsutrasikan alasannya soal status jomblonya itu. "Mungkin karena terlalu mengedepankan kegiatan sosial, jadi masalah cinta agak tersisihkan. Mudah-mudahan saja setelah dilantik ada jodoh," papar warga Kampung Ciyuda, Desa Bendungan, Pagaden barat sembari tersenyum. [annas nashrullah l @annas_nsh]

 

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini


TINTAHIJAU CHANNEL

Twitter Update

Ayam Geprek Sambal Matah khas Sugar Rush https://t.co/yGpF5CVN1m https://t.co/llYGDm63PW
Kejar SDGs, SEAMEO CECCEP Gelar Konferensi Internasional PAUD dan Pendidikan Keluarga https://t.co/ZulTLcfHvS
Belasan Pasang di Majalengka Terjaring Razia di Hotel dan Kostan https://t.co/lYUlRJdccT
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page