FOLLOW SOCMED:

           

@TINTAHIJAUcom

Caleg RI dari Gerindra ini Berkomitmen Lestarikan Seni & Budaya Lokal


Di Kabupaten Subang, ada ratusan warisan seni budaya yang dilahirkan putra daerah. Namun dari potensi yang ada, masih bisa dihitung dengan jari tangan seni-budaya yang masih lestari hingga saat ini. Seperti seni Sisingaan. Sisanya, lenyap digerus arus modern dan sikap abai pemerintah setempat.

Nasib dan eksistensi seni-budaya di Subang tersebut menjadi perhatian Calon Legislatif Pusat dari Gerindra, Saipul Bahri. Caleg dapil Subang, Majalengka, dan Sumedang itu mengatakan seharusnya seni-budaya dimaknai sebagai prilaku masyarakat sekaligus menjadi mesin materi
bagi pelakunya.

"Subang kerap kali disebut sebagai kiblat seni-budaya Jabar. Namun nyatanya, di Subang kita masih dibuat susah untuk mendapatkan itu. Padahal keberadaannya mampu menjadi benteng pertahanan prilaku sekaligus menjadi sumber ekonomi warga," kata Saipul Bahri kepada TINTAHIJAU.com.

Kondisi itu, kata Saipul, salah satunya dampak dari persoalan anggaran yang dikucurkan untuk pelestarian aspek budaya jauh dari nominal ideal. Di lain pihak, arus globalisasi yang ditandai dengan pesatnya teknologi mampu merubah mindset remaja, dan berhasil mengalihkan kecintaan terhadap budayanya sendiri.

Padahal, dengan mempelajari dan melestarikan seni-budaya, diantaranya menjadikan hidup lebih indah, mengembangkan sikap toleransi dalam
kehidupan masyarakat, kepekaan rasa, dan mengasah keterampilan diantaranya untuk  menerapkan teknologi dalam berkreasi. "Anak-anak sekarang mana ada yang mau kursus jaipongan, kalaun ada jumlahnya sangat kecil. Ini diperparah lagi dengan mereka harus membayar sejumlah uang untuk bisa jaipongan," jelas jebolan Universitas Al Azhar Mesir ini.

Jika saja pemerintah mau dan sungguh-sungguh melestarikan, terang ayah dari MH Labieb dan MH Walied ini, seni-budaya ini menjadi magnet
wisatawan, terlebih pelancong dari luar negeri. Salah satu contoh adalah Bali. Daya tarik Bali, katanya, tidak saja potensi wisatanya yang luar biasa, faktor pelestarian dan peleburan seni-budaya ke wisata menjadi magnet kedatangan wisatawan.

Namun begitu, penguatan budaya lantas tidak merespon perkembangan zaman. Sebaliknya, ke depan harus mampu menciptakan produk industri
kreatif berbasis budaya dan Teknologi, seperti pariwisata daerah, batik lokal, E- wayang bahkan game edukatif bernuansa budaya.

 

Atas keprihatinan itu, Direktur Utama  PT Salwana Global Sarana ini menegaskan, jika dirinya terpilih pada Pileg 9 April mendatang, ia akan berusaha untuk mendorong kenaikan pos anggaran yang berkaitan dengan  pelestarian seni-budaya, termasuk mendorong untuk mewujudkan berdirinya gedung kesenian-budaya di masing-masing daerah.

"Kita akan upayakan anggaran untuk pelestarian budaya bisa dimaksimalkan, karena ini adalah warisan yang harus dijaga. Bukan persoalan kampungan tapi kudu ngajaga n melestarikan nu diwariskan," pungkas caleg Gerindra nomor urut 5 dari (Dapil) Subang, Majalengka dan Sumedang tiu. [annas nashrullah l @annas_nsh]

 

 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Berita lain terkait klik di sini


Banner Kanan 1

Twitter Update

Antrean Membeludak, Subang Jadi Fokus Pantauan Ombudsman Soal PPDB SMA https://t.co/ZJ2gFYc3Bu
Polemik Keberangkatan Haji dan 'Mati Suri' Bandara Kertajati Majalengka https://t.co/jovd5w8ugC
Hari Jadi ke-529 Majalengka, Dari Membangun Daerah Menuju Daerah Membangun https://t.co/IUqxx9CbtC
Follow TINTAHIJAU.com on Twitter

Facebook Page